Tren

Indonesia Rawan Gempa, Kapan Ada Alat Prediksi Gempa?

alat prediksi gempa
Dibaca 401

Lagi-lagi Indonesia dilanda gempa. Korban-korban pun berjatuhan akibat bencana ini. Apa kabar ya wacana pembuatan alat prediksi gempa yang muncul tahun lalu?

FeedMe.id, Jakarta – Indonesia kembali dilanda gempa yang cukup hebat pada Minggu, 5 Agustus kemarin di daerah Nusa Tenggara Barat. Pada pukul 18.46 WIB, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan gempa berkekuatan 6,8 Skala Richter (SR). Namun, beberapa saat kemudian peringatan tersebut direvisi menjadi 7 SR dan berpotensi tsunami.

Hingga malam tadi, BMKG menyebutkan udah terjadi 16 kali gempa susulan dengan skala yang lebih rendah. Sementara pada Senin pagi, 6 Agustus 2018 tercatat udah terjadi  142 gempa susulan di wilayah tersebut.

Meski pun gempa bumi terbilang hal yang wajar di negara ini, tetap aja menjadi momok yang menakutkan bagi orang-orang yang berada di daerah gempa. Sayang sekali hingga saat ini Indonesia belum memiliki alat yang bisa memprediksi gempa bumi.

Padahal, sekitar satu tahun yang lalu sempat ada wacana bahwa Indonesia akan menerapkan teknologi alat prediksi gempa seperti yang dipakai di Jepang, Feedies. Teknologi yang dikembangkan oleh Earthquake Research Center Japan itu disebutkan sebagai gabungan berbagai teknologi canggih, seperti satelit, radar, GPS sensor dan peralatan pendukung lain, seperti pendeteksi gelombang elektromagnetik.

Dengan adanya teknologi tersebut, diharapkan semua orang yang berada di wilayah rawan gempa akan mendapatkan notifikasi terkait potensi ancaman gempa. Notifikasi tersebut akan dikirimkan melalui e-mail satu hari menjelang gempa berkekuatan 5 SR atau lebih.

Asal kamu tahu, lewat teknologi canggih ini, Jepang udah dapat memprediksi potensi gempa sehingga masyarakatnya siap siaga mengantisipasi risiko terburuk. Apabila bencana itu terjadi, ada 323 ribu jiwa di 30 prefektur terpapar bahaya tersebut, lho. Untungnya Jepang bisa memprediksi gempa besar yang kemudian memicu tsunami tersebut.

Kira-kira kapan ya teknologi ini bisa digunakan di Indonesia?

Most Popular

To Top