Gaya

Begini Prediksi Tren yang akan Terjadi di 2019

Angela Wahyudi | 15 November 2018 - 11:52
Begini Prediksi Tren yang akan Terjadi di 2019
Menjelang pergantian tahun, kita udah melihat tren-tren baru yang cenderung bergeser ke arah yang lebih digital. Lalu, tren seperti apa yang akan terjadi di tahun yang dibarengi dengan Pemilu serentak di Indonesia? Mudah-mudahan, #2019GantiTren ya, Feedies.
FeedMe.id, Jakarta ?¬†TrendWatching baru aja menggelar acara Global Trend Event 2018 di Jakarta, bebrapa waktu laku. Dalam acara tersebut, perusahaan analisis tren konsumen global ini membagikan prediksi dan proyeksi tren yang akan terjadi pada 2019 ini. Lalu tren-tren apa yang akan terjadi di 2019? Apakah ada tren baru yang sifatnya benar-benar revolusioner? Simak daftar prediksi dan proyeksi tren tahun 2019 ini, Feedies. Baca juga: Canggih, Polisi Dubai Bakal Gunakan Motor Terbang Sandcastle Stories Berbagai brand banyak membuat pengalaman-pengalaman melalui pop-up stories yang bersifat singkat, tapi menyenangkan pada tahun 2018. Para konsumen pun menikmati tren ini dengan membagikan pengalaman mereka melalui media sosial, terutama Instagram Story yang hilang dalam waktu 24 jam. Namun, tantangan bagi brand di tahun 2019 adalah untuk membuat sebuah pengalaman yang mampu dinikmati secara mendalam dan tahan lama. Magic Touchpoints Penetrasi smartphone yang semakin dalam ke kehidupan membuat brand sadar bahwa para konsumen kini ingin mendapatkan layanan dalam waktu yang singkat. Mulai dari mendapatkan informasi, memesan tiket perjalanan, atau membeli makanan. Tantangan bagi brand pada tahun 2019 adalah bagaimana mereka bisa melampaui apa yang ada sekarang dengan memenuhi kebutuhan konsumen melalui teknologi. Fantasy in Real Life Tren ini menjelaskan bagaimana konsumen dapat menikmati pengalaman makan di restoran yang memiliki tema khusus seperti film atau menjalani tur di museum Louvre berdasarkan video musik dari Beyonce. Tren ini berbeda dengan fandom, yang memiliki pasarnya sendiri. Apa yang brand dapat lakukan di 2019 adalah dengan memberikan pengalaman yang lebih menyeluruh kepada konsumen secara luas. Pada 11.11 kemarin, Lazada membuat platform-nya bisa bermain game untuk mendapatkan kupon potongan. Bisa jadi, hal-hal seperti ini akan menjadi tren di tahun 2019 nanti. New Retail Tren yang diinisiasi oleh Alibaba Group di Tiongkok ini menggabungkan pengalaman belanja yang menarik danterintegasi secara online. Para konsumen dapat menggunakan aplikasi brand tertentu untuk menambah pengalaman berbelanja, seperti mendapatkan rekomendasi pakaian atau berbelanja di toko tanpa kasir. Belakangan, inovasi di retail semakin banyak. Seperti reservasi online, bisa diantar sampai ke rumah lewat aplikasi ride sharing, dan banyak hal lainnya. Ke depannya, inovasi di bidang retail ini pastinya banyak terjadi. Karena, inovasi menjadi kunci untuk retail dapat bertahan melawan kompetitor-kompetitornya. Baca juga:¬†Uji Coba Ini Ungkap Penyebab Ponsel Kamu Boros Baterai Eits, masih belum selesai. Yuk, intip tren apa lagi yang bakal terjadi di 2019, di halaman berikutnya! Lab Rats Pada 2018, konsumen semakin ingin menjadi sehat dengan mengonsumsi makanan yang sesuai dengan dengan kondisi tubuh mereka. Misalnya, mengonsumsi minuman dengan jumlah gula yang dapat dikontrol, sampai memberikan contoh DNA kepada perusahaan makanan agar mendapatkan diet yang sesuai dengan kondisi genetik mereka. Bagi pelaku usaha di luar kesehatan dan kebugaran ini berarti mereka harus memberikan berbagai opsi personal yang mampu disesuaikan dengan selera konsumen pada tahun 2019. Baca juga: Awas Penculikan! Lakukan Ini kalo Instagram Kena Hack Branded Government Banyak persoalan yang dihadapi pemerintahan dan membutuhkan solusi cepat, contohnya situasi kemacetan yang banyak dialami kota-kota besar di berbagai negara. Para pelaku industri atau brand yang memiliki kekuatan dominan dalam pengelolaan data konsumen, dapat mengambil peran untuk membantu pemerintahan menyelesaikan isu-isu yang dialami. Salah satu contohnya adalah yang dilakukan Di Chuxing, perusahaan transportasi online terbesar di Tiongkok yang berkontribusi mengurangi kemacetan dengan cara memanfaatkan data untuk mengatur lampu lalu lintas. Mungkin nantinya di Indonesia, akan ada aplikasi-aplikasi yang bisa bersinergi dengan pemerintah untuk menjadi solusi dalam problematika¬† yang ada, contohnya seperti Qlue. Future Proofed Pembangunan yang cepat, seperti infrastruktur hingga teknologi, telah memberikan banyak kemudahan. Di sisi lain, terdapat persoalan baru yang mempengaruhi masa depan. Contohnya, gaya hidup dan situasi ekonomi terkini yang menutup kemungkinan sebagian besar milenial di Jakarta untuk memiliki rumah sendiri pada 2020 mendatang, atau banyaknya profesi yang akan digantikan oleh robot karena dianggap lebih produktif dan efisien. Situasi ini mengajak para pelaku industri atau brand untuk berkontribusi dalam mengantisipasi proyeksi menakutkan pada tahun 2019. Waduh, mudah-mudahan ada solusinya ya, Feedies. Practical Representation Saat ini adalah era inklusif dan wujud-wujud ideal bukan lagi menjadi hal utama yang selalu dapat menarik perhatian, seperti halnya yang iklan-iklan terdahulu selalu tampilkan. Dalam hal ini, pelaku industri dan brand ditantang untuk mampu menyediakan kebutuhan dan keinginan para konsumen yang semakin beragam. Enviromental Effect Meningkatnya perilaku konsumtif memberikan dampak pada lingkungan, seperti penggunaan produk plastik sekali pakai yang mencemari lingkungan. Brand memiliki tuntutan tinggi untuk ambil bagian dalam penyelesaian persoalan ini. Salah satu contoh sebagaimana yang dilakukan oleh Ele.me, perusahaan jasa pengiriman makanan di Tiongkok yang memproduksi sumpit yang bisa dimakan untuk mengatasi persoalan tingginya angka sampah sumpit dan plastik pembungkusnya di negeri tersebut. Pada 2019, mungkin aja akan tambah menjamur produk-produk yang kebih ramah lingkungan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan lingkungan. Village Squared Banyak orang semakin melekat dengan teknologi hingga koneksi antar individu di dunia nyata menjadi berkurang. Apa yang pelaku industri atau brand dapat lakukan untuk kembali membangun interaksi yang kuat di antara para konsumennya? Jaringan kafe multinasional dari Inggris, Costa Coffee, membuat sebuah terobosan sederhana, tapi berdampak kuat untuk memerangi kesendirian para pengunjungnya, yaitu dengan mengajak mereka yang tidak saling mengenal untuk berinteraksi di meja yang diberi tanda khusus. Baca juga: Harga Smartphone Lipat Samsung Tembus Puluhan Juta Wah, diadaptasi di tahun 2019 oleh berbagai coffee shop di Indonesia bakal seru juga ya, Feedies. Bisa jadi wadah buat cari jodoh.  

Hiburan

Daredevil dan Kawan-kawan akan Terkunci di Netflix

Harith Jobs | 2 jam yang lalu
Daredevil dan Kawan-kawan akan Terkunci di Netflix

Kamu ngefans sama Daredevil dan demen banget sama serialnya yang ada di Netflix? Siap-siap makin kecewa, Feedies. Soalnya, Daredevil beserta superhero lainnya yang di-cancel oleh Netflix baru bisa kembali ke layar kaca 2 tahun lagi! Simak alasannya di bawah sini, Feedies.

FeedMe.id, Jakarta – Marvel dan masalah kontrak terkait hak kekayaan intelektual memang nggak bisa dipisahkan. Seakan belum cukup dengan masalah kontrak terkait superheronya sendiri dengan Sony dan FOX, Marvel ternyata juga terganjal kontrak dengan Netflix, Feedies.

Dilansir dari Variety, Marvel ternyata menyetujui kontrak eksklusif dengan Netflix. Salah satu isi kontrak tersebut menyebutkan, karakter Daredevil, Luke Cage, Iron Fist, dan Jessica Jones nggak boleh muncul di film ataupun serial non-Netflix minimal selama dua tahun sejak di-cancel. Dengan kata lain, kita baru bisa melihat Daredevil, Luke Cage, dan Iron Fist lagi di layar kaca atau layar lebar di akhir tahun 2020.

Uniknya lagi, Disney+ sebagai layanan streaming milik The Walt Disney Company tampaknya nggak termasuk dalam pengecualian. Hal ini makin menegaskan bahwa serial Daredevil dan kawan-kawannya nggak bakal ditarik ke Disney+.

Banyak pihak menilai klausul tersebut juga menutup kemungkinan kembalinya Charlie Cox dan kawan-kawan sebagai para superhero Marvel. Menunggu hingga akhir 2020 untuk melanjutkan ketiga serial superhero tersebut dinilai bukan langkah yang bijak.

Serial Jessica Jones sendiri masih akan berlanjut ke musim ketiganya dan bakal dirilis di tahun 2019 mendatang. Namun, melihat situasi saat ini, hampir bisa dipastikan serial yang dibintangi oleh Krysten Ritter ini juga akan di-cancel nggak lama setelah tayang.

Subscribe to our newsletter

Connect with us

Gaya

Kembangkan eSports di Indonesia, Mineski Siapkan Dana 30 Miliar

Harith Jobs | 2 jam yang lalu
Kembangkan eSports di Indonesia, Mineski Siapkan Dana 30 Miliar

Dana besar tersebut akan digunakan untuk membuat serangkaian turnamen esports serta membangun sejumlah cybercafe lho, Feedies! Kalau kamu bercita-cita buat jadi atlet eSports, harus banget tuh kayanya latihan di sana.

FeedMe.id, Jakarta – Keberadaan eSports di Indonesia mulai nggak dipandang sebelah mata lagi. Saat ini, hampir di tiap pop culture event seperti Popcon dan Indonesia Comic Con menyediakan arena untuk adu keahlian bermain game, baik itu mobile game maupun game PC/konsol.

Nggak cuma itu, jumlah gamers di negara kita pun ternyata terus meningkat dari tahun ke tahun. Diperkirakan saat ini ada 43 juta gamers di Indonesia. Selain itu, laporan dari Newzoo di tahun 2017 menyebutkan bahwa Indonesia menempati posisi ke-16 dalam daftar negara dengan pasar game terbesar. Dengan kata lain, Indonesia sebenarnya memiliki potensi untuk berkembang lebih jauh lagi di dunia eSports.

Demi mewujudkan potensi tersebut, Mineski, sebuah organisasi eSPorts di Asia Tenggara, menyatakan siap membantu  membangun industri eSports di Indonesia lho, Feedies! Hal tersebut disampaikan sendiri oleh Presiden Mineski International Ronalds Robins dalam konferensi pers yang diadakan di Hotel Pullman, Jakarta, 13 Desemebr 2018.

“Secara resmi kami nyatakan: Mineski akan berinvestasi sebesar Rp30 miliar untuk mengembangkan infrastruktur eSports di Indonesia,” ujar Robins.

Lebih lanjut lagi, Agustian Hwang selaku Country Manager Mineski Indonesia menjelaskan, dana Rp 30 miliar tersebut sebagian besar akan dialokasikan untuk menyelenggarakan turnamen eSports. Salah satu turnamen yang udah disiapkan adalah Jakarta Masters.

“Jakarta Masters akan menjadi event eSports termegah yang pernah terjadi di Indonesia,” ujar Hwang.

Selain Jakarta Masters, deretan kompetisi eSports lainnya yang akan diadakan oleh Mineski antara lain Garuda Cup dan Indonesia Professional Gaming League. Tapi selain menyelenggarakan turnamen, Mineski juga akan membangun 20 cybercafe Mineski Infinity di berbagai provinsi di Indonesia. Harapannya, cybercafe tersebut bisa menjadi arena latihan bagi calon atlet eSports Indonesia.

Hwang sendiri berharap industri eSports bisa dikenal lebih luas lagi oleh berbagai generasi masyarakat Indonesia. Ia membandingkan kondisi eSports di Indonesia dengan di Filipina, di mana orang-orang yang udah berumur pun tahu tentang eSports.

“Waktu itu saya ke sana, bahkan petugas imigrasi mengerti tentang eSports. Padahal mereka umur 30-40an. Waktu itu saya cap paspor, yang ditanya bukan mau ke mana, tapi ‘oh orang Mineski? Saya main lho di Mineski Infinity yang ini’. Tiga dari lima kali kedatangan saya, selalu ditanya soal Mineski,” ucap Hwang.

Mineski sendiri merupakan organisasi eSports profesional terbesar di Asia Tenggara. Berpusat di Filipina, Mineski juga udah hadir di Malaysia, Thailand, dan Indonesia. Nah, Mineski Indonesia mulai beroperasi sejak April 2017 lalu dan berfokus pada pembuatan cybercafe Mineski Infinity serta penyelenggaraan turnamen eSports.

 

Hiburan

Kena Kasus, Leonardo DiCaprio Kembalikan Piala Oscar

Abyan Naufal | 2 jam yang lalu
Kena Kasus, Leonardo DiCaprio Kembalikan Piala Oscar

Aktor kenamaan Hollywood, Leonardo DiCaprio, baru-baru ini harus mengembalikan Piala Oscar dan lukisan Pablo Picasso punyanya karena kasus korupsi yang menerpa dirinya.

FeedMe.id, Jakarta – Gara-gara kasus korupsi, aktor kenamaan Leonardo DiCaprio harus merelakan beberapa barang berharganya. Salah satunya adalah lukisan Pablo Picasso dan Piala Oscar miliknya. Dikutip dari CNN, hal ini terjadi karena skandal korupsi 1MDB yang melibatkan pebisnis asal Malaysia, Jho Low.

Sebelumnya, Low memang sempat ngasih beberapa hadiah ke DiCaprio. Hadiah ini termasuk juga Piala Oscar bekas kemenangan Marlon Brando pada tahun 1954. Brando menang piala Aktor Terbaik buat perannya di film On the Waterfront.

Low berhasil mendapatkan piala punya Brando dari sebuah pelelangan dengan harga US$ 600 ribu atau sama kayak Rp 8,75 miliar. Namun karena kasus ini, piala itu sekarang ada di tangan agen federal. Begitu juga lukisan Picasso yang juga hadiah dari Low.

Hubungan antara Low dan DiCaprio ini bisa terbilang dekat karena ia adalah salah satu yang membiayai film The Wolf of the Wall Street yang tayang tahun 2013. Karena kedekatannya ini DiCaprio udah lama dikaitkan dengan kasus 1MDB yang juga ngelibatin anak Najib Razak, mantan Perdana Menteri Malaysia.

Selain harus mengembalikan pialanya, DiCaprio juga diminta buat balikin honornya waktu main The Wolf of The Wall Street sebesar US$ 25 juta. DiCaprio juga sempat diminta mundur dari jabatannya sebagai Duta PBB buat lingkungan hidup yang fokus pada perubahan iklim. Low sendiri sampai sekarang masih jadi buronan.

Gaya

Duh, Samsung Kerja Sama dengan Supreme Palsu

Harith Jobs | 2 jam yang lalu
Duh, Samsung Kerja Sama dengan Supreme Palsu

Anak hypebeast pasti udah gak asing lagi dengan brand super mahal dengan logo kotak berwarna merah bernama Supreme. Brand tersebut diketahui berkolaborasi dengan vendor smartphone asal Korea Selatan. Namun ternyata terungkap bahwa brand Supreme tersebut adalah palsu. Lho, kok bisa, sih?

FeedMe.id, Jakarta - Kolaborasi antar brand kerap kali dilakukan untuk meningkatkan penjualan, misalnya OnePlus yang baru-baru ini berkolaborasi dengan Mclaren untuk ponsel terbarunya OnePlus 6T atau  Huawei yang bekerja sama dengan brand mobil mewah Porsche untuk ponsel-ponsel flagship-nya. Kini Samsung bekerja sama dengan Supreme yang merupakan brand fashion ternama dunia. Masalahnya, Supreme yang ini ternyata Supreme palsu, Feedies!

Usut punya usut, Supreme yang diajak kerjasama oleh Samsung ini adalah Supreme yang berasal dari Barletta, Italia. Supreme Italia ini hanyalah salah satu dari sekian banyak perusahaan yang berada di antara garis hukum kekayaan intelektual. Mereka menggunakan merek dagang dan logo perusahan lain tetapi mendaftarkan merek dagang mereka sendiri di Italia. Dengan demikian Supreme palsu ini dilindungi oleh hukum setempat di italia.

Hebatnya lagi, Supreme Italia ini bahkan udah mengalahkan Supreme asli asal New York di pengadilan pada beberapa waktu lalu. Kasus yang dibawa ke meja hijau tentu aja terkait hak kekayaan intelektual brand Supreme.

Kini Supreme Italia tersebut berencana untuk meluncurkan toko ritel pertamanya di Cina pada tahun depan, dengan Samsung sebagai mitra pertama utama. Meskipun begitu, Samsung belum mengumumkan jenis produk apa yang akan dikolaborasikan dengan Supreme 'aspal' tersebut. Namun, yang jelas saat ini pengumuman tersebut menimbulkan kehebohan bagi penggemar di kedua belah pihak. Menanggapi kolaborasi tersebut, Supreme New York mengungkapkan ke Hypebeast bahwa mereka gak ada kerja sama apa pun dengan Samsung atau toko ritel apapun di Cina.

“Klaim ini jelas salah dan disebarkan oleh brand palsu,” ujar juru bicara Supreme New York.

Samsung gak ada cita-cita kolaborasi sama brand Indonesia aja, nih?

Hiburan

Yeay, John Mayer akan Konser di Indonesia April 2019

Abyan Naufal | 2 jam yang lalu
Yeay, John Mayer akan Konser di Indonesia April 2019

Kamu penggemar John Mayer? Ada kabar gembira nih, Feedies. Penyanyi Amerika Serikat ini baru aja mengunggah jadwal konsernya yang bakal diselenggarakan di Australia dan Asia. Salah satu kota yang akan dikunjungi Mayer pada jadwalnya itu adalah Jakarta, Indonesia.

FeedMe.id, Jakarta – Penyanyi kebangsaan Amerika Serikat, Jhon Mayer, baru aja ngumumin jadwal konsernya lewat instagram pribadi dia. Dalam unggahan itu, ada10 kota di Australia dan Asia yang akan disambanginya.

Beruntung buat kamu penggemar John Mayer yang ada di Indonesia, Feedies. Pasalnya, dari 10 kota yang akan didantangi oleh Mayer, Jakarta adalah salah satunya. Merujuk pada unggahannya, John Mayer akan datang ke Indonesia pada tanggal 5 April 2019.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by John Mayer ???? (@johnmayer) on

Sayangnya sampai sekarang belum ada informasi tentang pembelian tiket konser pelantun lagu New Light tersebut. Jadwal yang diunggah John Mayer sendiri merupakan jadwal dari rangkaian turnya buat promosi album The Search for Everything yang dirilis April 2017 lalu.

Jadi apakah kamu udah siap buat menyambut John Mayer di 2019?

TOP