Gaya

Kalm: Aplikasi Konsultasi Kejiwaan Gratis

Bagus Prasetiyo | 12 January 2019 - 11:00
Kalm: Aplikasi Konsultasi Kejiwaan Gratis

Kamu pasti pernah ada di posisi mau curhat tapi takut dihakimi atau takut nggak didengar atau bahkan takut nggak mendapat solusi tepat. Kalau kamu masih mengalaminya, coba deh curhat ke Kalm. Aplikasi konseling ini memiliki konselor profesional yang siap mendegar setiap keluhanmu lho, Feedies. Pssst, kerahasiaan terjamin!

FeedMe.id, Jakarta - Sedang menghadapi masalah, tapi malu untuk cerita ke teman karena takut di-judge? Hal ini seringkali terjadi yang justru mengakibatkan orang semakin stres dan depresi. Namun, kali ini kamu gak perlu khawatir lagi, Feedies. Kalm bisa jadi ‘pendengar’ dan memberikan solusi yang baik untuk kamu, lho.

Kalm merupakan platform konseling online berpusat di Indonesia yang baru aja resmi diluncukan 3 bulan lalu, tepatnya 7 Oktober 2018. Kalm menjadi tempat yang aman untuk kamu bebas bercerita dan mencari jalan keluar dari masalah apa pun yang kamu alami. Aplikasi ini dibuat dengan tujuan untuk menyediakan suatu cara yang privat, praktis, dan terjangkau untuk siapa pun serta mendapatkan akses kepada konselor profesional.

Kamu bisa bercerita dan menanyakan bagaimana solusinya kepada para konselor profesional lho, Feedies. Kalau kamu malu untuk diketahui identitasny, kamu bisa pilih anonim juga. Dalam aplikasi ini gak akan ada judging karena konselor sangat profesional dan justru membantumu untuk keluar dari masalah yang sedang kamu hadapi.

Selain itu, aplikasi Kalm ini lebih terjangkau dibandingkan konseling tatap muka. Cukup unduh aplikasinya, daftarkan diri kamu dan langsung bisa chatting dengan konselor terpilih. Kamu juga bisa mengunjungi Instagram-nya untuk mengetahui tips-tips dalam menghadapi masalahmu, lho.

Yuk, gunakan aplikasi Kalm agar masalahmu segera teratasi!

Gaya

'BPJS': Fenomena Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita ala Anak Muda

Bagus Prasetiyo | 26 September 2017 - 20:33
'BPJS': Fenomena Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita ala Anak Muda
Ada perbedaan besar antara sosialita sungguhan, dengan sosialita dadakan yang haus akan eksistensi. Ibarat lagu populer Gaga Muhammad "Panjat Sosial", fenomena BPJS, alias Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita kini menjadi bagian dari kehidupan kota besar. Jika sudah melampaui batas kewajaran, mereka bisa jadi butuh penanganan psikiater. Simak #LaporanFeedy berikut ini.
FeedMe.id, Jakarta ? Berkunjung setiap akhir pekan ke kelab malam sudah jadi hal wajib bagi Sidik. Lelaki 23 tahun yang bekerja sebagai tenaga pemasaran sebuah perusahaan swasta ini tak pernah absen berpesta, meski penghasilan bulanannya tak mencukupi. Yang penting terlihat gaya dan eksis di dunia maya. Tak lupa, check-in di tempat nongkrong kelas atas juga jadi kewajiban. Bukan cuma itu, memiliki barang bermerek ternama dengan label asli juga jadi keharusan buatnya. Katanya, gaya hidup di Jakarta yang bikin ia jadi begini. Selembar pakaian seharga setengah juta jadi benda termurah yang ia punya. Sementara ponsel layar sentuh teranyar milik perusahaan dengan logo apel tergigit, dengan harga Rp 13 jutaan, jadi yang termahal. [caption id="attachment_466" align="aligncenter" width="720"]Hmm, Rp 500 ribu buat satu baju bisa dipakai untuk makan seminggu tuh. Hmm, Rp 500 ribu buat satu baju bisa dipakai untuk makan seminggu, tuh.[/caption] Jangan tanya soal penghasilan bulanan karena sudah pasti tak akan cukup menghidupi gaya hidupnya. Kantong cekak dan upah karyawan yang hanya sedikit lebih tinggi dari UMR Ibukota memang bikin Sidik pusing tujuh keliling. Tapi dia tak kehilangan akal. Berutang pun akhirnya jadi pilihan dan bahkan kebiasaan. Salah satu trik yang dipakai Sidik adalah minta ditalangi saat makan dan berdalih akan membayar sesudahnya. Tak sekali dua kali ia begitu. Namun tidak pernah sekalipun uang yang ia janjikan dibayarkan ke teman yang menalangi. Usut punya usut, uang tersebut ternyata dialokasikan Sidik untuk berpesta di kelab malam Ibukota bersama kawan-kawannya dari geng kelas atas. [caption id="attachment_9529" align="aligncenter" width="500"]Ketinggalan party? Gak lagi Foto: shutterstock Yup, buat sosialita dadakan, eksistensi adalah yang terpenting. Urusan kocek, ya belakangan, deh. Foto: Shutterstock[/caption] Utang Sidik bukan cuma printilan terkait makanan. Ia pernah meminjam uang hingga Rp 20 juta agar bisa mengekor gaya hidup teman-teman di geng kelas atasnya, yang hingga sekarang belum juga dilunasi. Bahkan ia pernah diam-diam mengambil kartu kredit milik bosnya untuk membeli ponsel mewah seharga Rp 13 juta. Setelah itu, ia keluar dari perusahaan dan kabur dengan pindah kosan. Setali tiga uang, Sela, lelaki berusia 26 tahun, pun demikian. Berutang sudah menjadi kegemaran baginya. Uang hasil utang tersebut ia pakai untuk plesiran, entah dalam negeri atau luar negeri. Untuk pengembaliannya, Sela memilih mencicil kepada orang yang diutangi. Pernah sekali waktu, ia dikejar-kejar ibu kos lantaran menunggak sewa kamar beberapa bulan. Uang yang harusnya dipakai untuk bayar kos, ia pakai untuk nongkrong di mal saban hari. [caption id="attachment_4990" align="aligncenter" width="400"]Sebelum punya gaya hidup selangit, baiknya kamu mesti punya uang banyak dulu, dari hasil kerja yang bener. Foto via Shutterstock Sebelum punya gaya hidup selangit, baiknya kamu mesti punya uang banyak dulu, dari hasil kerja yang bener. Foto via Shutterstock[/caption] Teman-teman Sela tak sekali dua kali memperingatkan Sela agar ia tak seperti itu. Namun saran dari temannya tak pernah digubris. Ia tetap pinjam sana sini untuk plesiran dan beli ini itu. Kelakuan Sela yang seperti ini bukannya tanpa sebab. Dulunya Sela termasuk orang berada, tapi usaha orang tuanya gulung tikar dan bikin keluarganya harus hidup jauh dari kemewahan seperti dulu. Baca juga: 10 Tipe Anak Medsos Masa Kini, Kamu Masuk yang Mana?

Kemunculan Fenomena ?BPJS?

Sidik dan Sela tak sendiri. Di luar sana, terdapat banyak orang yang juga menghalalkan segala cara untuk tampil mewah. Tidak jarang, mereka sampai berutang sana sini untuk biaya liburan ke luar negeri. Kasus yang sering terdengar adalah menjual organ tubuh untuk membeli ponsel premium. Pada November 2012, Wang Shangkun, 18 tahun, seorang remaja dari salah satu wilayah termiskin di Cina menjual ginjalnya untuk membeli iPhone dan iPad. Akibat dari perbuatannya ini, Shangkun menderita gagal ginjal lantaran menjalani pembedahan transplantasi yang ilegal. Hal yang sama juga terjadi pada September 2015, yakni dua orang pria Cina, Wu dan Huang, menjual ginjal mereka demi membeli iPhone 6S. [caption id="attachment_8510" align="aligncenter" width="500"]Gawai alias gadget, saat ini juga menjadi salah satu penanda status sosial seseorang. Foto via Shutterstock Gawai alias gadget, saat ini juga menjadi salah satu penanda status sosial seseorang. Foto via Shutterstock[/caption] Sementara dari dalam negeri, kasus serupa juga sempat jadi perbincangan hangat beberapa waktu lalu. Sispai alias Fransica Paisal, jadi buah bibir lantaran gemar berutang sana sini untuk jalan-jalan ke luar negeri. Permasalahan ini menjadi heboh saat Mita M. Supardi, salah seorang 'korban' Sispai mempublikasikan kasus utang piutang ini dengan tagar #BacotSispai. Curhatan Mita di Twiter rupanya mengundang para korban utang dari Sispai untuk buka suara. [caption id="attachment_24998" align="aligncenter" width="400"]Fransisa Paisal yang sempat bikin heboh karena berutang hingga ratusan juta rupiah untuk travelling. Belakangan, Sispai melunasi hutang-hutangnya. Fransisca Paisal yang sempat bikin heboh karena berutang hingga ratusan juta rupiah untuk travelling. Belakangan, Sispai melunasi utang-utangnya.[/caption] Fenomena seperti ini kerap dijuluki BPJS (Budget Pas-pasan, Jiwa Sosialita) atau social climber, yaitu orang yang ingin mencari pengakuan sosial yang lebih tinggi dari kondisi atau status yang sebenarnya. Gaya hidup yang tinggi, tapi tak dibarengi dengan penghasilan yang memadai disinyalir menjadi salah satu alasan terbentuknya perilaku tipu menipu seperti yang dilakukan Fransisca dan Sidik, juga perilaku nekat seperti yang dilakukan Shangkun, Wu dan Huang, serta Sela. Sidik dan Sela merupakan bagian dari angkatan kerja usia produktif Indonesia yang jumlahnya menurut Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mencapai 70 persen dari total keseluruhan penduduk. Mereka merupakan bagian dari bonus demografi Indonesia yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada tahun 2020. Sayangnya, kebanyakan dari mereka belum memiliki pendapatan yang cukup untuk bisa menopang gaya hidup kekinian. Hasilnya, berutang menjadi salah satu solusi mereka. Entah berutang lewat kartu kredit, ataupun meminjam kepada teman. Ini tentu tidak terelakkan, karena sebagian besar dari mereka hanya berada pada level pendapatan UMR sebesar Rp 3,1 juta untuk DKI Jakarta. Baca juga: Ini yang Bakal Terjadi Kepadamu kalau Kamu Gak Punya Medsos Kira-kira, apa sih bedanya sosialita asli dan palsu? Dan apa sebenarnya definisinya?

Beda Sosialita Asli dan Palsu

Julianty Tulung, penggemar mode dan juga wajah familiar di kalangan sosialita Jakarta, memberikan definisi tersendiri soal sosialita, dan perbedaannya dengan para social climber. Menurut dia, sosialita dadakan itu mengikuti tren saat ini, karena tekanan dari rekan kerja dan mereka yang up to date, untuk diterima di kalangan tertentu. "Namun, sosialita sejati adalah mereka yang suka saat terlihat memakai barang-barang bermerek mewah dan diundang ke acara mode serta pameran mewah," kata Julianty yang sering muncul di berbagai event sosial. Dia juga seringkali menjadi host, atau pihak pengundang berbagai acara mode, hingga event seni. [caption id="attachment_23147" align="aligncenter" width="735"]Menurut Julianty Tulung, sosialita sejati adalah mereka yang sering muncul di acara mode dan mampu untuk membeli barang-barang itu. Foto via Image Dynamics Menurut Julianty Tulung, sosialita sejati adalah mereka yang sering muncul di acara mode dan mampu untuk membeli barang-barang itu. Foto: Image Dynamics[/caption] Sementara social climber atau "BPJS", Julianty melanjutkan, merupakan sosialita dadakan. Mereka senang terlihat bersama dengan orang-orang sosialita sejati dan berusaha keras diundang menghadiri acara-acara yang kerap didatangi sosialita. Julianty menambahkan, "Terkadang mereka meminta undangan dari penyelenggara acara, majalah atau merek mewah." Bukannya tanpa alasan sosialita gemar mengenakan barang mewah atau mengerti gaya hidup mewah. Kebanyakan dari mereka dibesarkan dalam keluarga yang makmur. Secara finansial, mereka mampu untuk membeli barang-barang mewah, tanpa banyak kesulitan. Sebagian dari mereka pun terkadang lebih suka terlibat dalam acara sosial, mulai sekadar fashion show hingga acara amal. Berbicara soal sosialita, berarti kita membicarakan sekitar 1 persen penduduk Indonesia yang jauh lebih mapan ketimbang sebagian besar penduduk Indonesia. Mereka tak segan mengeluarkan uang ratusan ribu hanya untuk sarapan dan makan siang di restoran semacam Social House atau Eric Kayser. Atau juga menggelontorkan uang jutaan rupiah hanya untuk membeli tas tangan paling baru dari rumah mode ternama. Tentu ini berbanding terbalik dengan kehidupan Sidik ataupun Sela yang pas-pasan serta penuh utang sana-sini. Pengamat gaya hidup, yang juga penulis buku Better and Better, Rachel Octavia membeberkan definisi sosialita yang berbeda. Menurut dia, pada dasarnya sosialita adalah orang yang bersosialisasi dan bergaul serta sering ada di acara-acara untuk bersosialisasi. "Buat aku, ciri utama dari sosialita itu, ya, networking. Tapi sekarang menuju ke strata sosial tertentu. Definisinya jadi bias karena sekarang artinya orang yang bersosialisasi yang pakai brand," ucap Rachel saat dihubungi beberapa waktu lalu. Baca juga: Empat Alasan Ngasih Love di Medsos, Kamu yang Mana?

Sosialita Dadakan Akibat Imbas Medsos?

Rachel menuturkan, media sosial memberi andil dan memupuk lahirnya sosialita dadakan alias sosialita palsu. Medsos memberikan fenomena atau gambar-gambar yang bagus dan indah, tapi kebanyakan tidak seindah aslinya. Ini lantaran semua yang tampil di media sosial belum tentu representasi dari dunia nyata. Gambar bisa difilter dan disunting demi pencitraan di dunia maya. Ia menambahan, "Mungkin to be a part of some community jadi suatu keharusan dan keinginan. Kalau gak masuk gak keren," kata dia. Padahal ada banyak hal yang dikorbankan dan bahkan menghalalkan segala cara untuk bisa memakai barang bermerek dan fasilitas luar biasa tersebut. [caption id="attachment_24920" align="aligncenter" width="500"]feedme-id-adiksi-medsos Gak masalah kalau gak punya uang. Kan ada temen yang bisa diutangin dulu. Foto: Shutterstock[/caption] Lewat media sosial, orang jadi mudah menguntit (stalking) seseorang dan memantau gaya hidupnya, mulai dari apa pekerjaannya sampai tinggal di mana. Dengan begitu, proses meniru terjadi, padahal kondisi sosial ekonomi si peniru dengan yang ditiru berbeda jauh. "Orang yang seperti itu insecure dan gampang terombang ambing. Tidak punya circle yang memenuhi keresahan dalam dirinya," tutur Rachel. Untuk bisa menyadarkan si "BPJS", Rachel mengatakan, harus ada teman lama yang sudah akrab dan bisa dibilang sahabat. Mereka bisa kembali mengubah haluan social climber karena memiliki kedekatan dan lebih didengar. Kalau tidak, nasihat yang masuk tak bakal didengar, bahkan tidak digubris. "Sahabat bisa mengingatkan dengan bilang, 'Jangan jadi kacang lupa kulit. Lo lagi kenapa, sih? Lo mau membuktikan diri ke siapa?' karena kadang social climber ini suka tak sadar kalau dia begitu," ujarnya. Selain itu, untuk bisa "sembuh" harus mencari circle baru, pertemanan yang lebih sehat, dan bisa menerima apa adanya. Baca juga: Penelitian: Pengguna Medsos Cenderung Kesepian

Berawal dari Kapasitas Diri yang Rendah

Menurut psikolog Kasandara Putranto, fenomena ini terjadi karena orang-orang ?BPJS? itu memiliki kapasitas emosional yang rendah. ?Mereka tidak mampu menahan dorongan emosi untuk memiliki barang-barang mewah dan hidup mewah,? ujarnya saat dihubungi beberapa waktu lalu. Bukan hanya itu, mereka juga memiliki masalah lain yang lebih kompleks. Kasandra melanjutkan, orang-orang seperti itu juga tak punya kemampuan sosial interpersonal yang tangguh dalam berhadapan dengan orang lain dan meyakini bahwa orang mau berteman jika mereka punya taraf sosial ekonomi yang tinggi. ?Tidak apa adanya,? kata dia. FeedMe.id-SahabatDoyanTraktir Kasandra menolak jika fenomana ?BPJS? ini dikatakan penyakit mental. Ini karena belum ada kriteria tersendiri yang meyatakan perilaku demikian termasuk sakit jiwa. ?Tapi dalam kontrak tidak mampu mengendalikan impuls, lalu ada kecanduan tampil gaya, itu sudah memenuhi kriteria impuls control disorder dan addiction,? tuturnya. Pola asuh yang salah menjadi penyebab utama orang berperilaku demikian. Parahnya, kalau terus didiamkan akan jadi semakin susah untuk pulih. Meskipun Kasandra menolak perilaku ini disebut penyakit, tapi dia mengatakan bahwa ada obat yang bisa dipakai untuk mengendalikan kebiasaan ini. ?Harus minum obat psikiatrik.? Ia mengatakan, parah atau tidaknya perilaku BPJS ini tergantung apakah sudah melewati batas kualitas dan kuantitas atau belum. Namun ia menyarankan untuk memeriksakan orang yang ?BPJS? ini kepada psikiater untuk mendapat penanganan yang tepat. Baca juga: Kamu Suka Beli Followers dan Likes? Berarti Kamu Kena "Penyakit" Ini, Nih! Kisah Sela, Sidik ataupun Sispai sebenarnya hingga saat ini masih banyak terjadi. Memahami dan mau menerima kondisi dari diri serta konsekuensi dari suatu gaya hidup bisa menjadi kunci utama bagi para sosialita dadakan ini untuk mulai berbenah. Mana tahu di masa depan--setelah menabung dan mengalokasikan uangnya untuk investasi--mereka bisa jadi sosialita sungguhan. *Wawancara dan reportase oleh Bagus Prasetyo, disunting oleh Subkhan J. Hakim  

Hiburan

Isi Soundrack Pinky Promise, Afgan Sulit Sulit Menjiwai Lagunya

Fahmi Anky | 09 October 2016 - 00:38
Isi Soundrack Pinky Promise, Afgan Sulit Sulit Menjiwai Lagunya
Afgan yang baru aja merilis album studio keempat berjudul Sides, 30 Agustus lalu, kini tengah senang. Pasalnya, lagu "JalanTerus" dalam album Side didapuk menjadi soundtrack film Pinky Promise. Katanya sih, lagu "Jalan Terusmilik Afgan ini cocok banget dengan tema film Pinky Promise. Film yang bakal dirilis tanggal 13 Oktober ini mengisahkan tentang perjuangan perempuan yang mengidap kanker payudara. Ssssttt.....tapi kabarnya, Afgan sempat kesulitan menyanyikan lagu ini lho.
FeedMe.id, Jakarta ? Solois Afgan Syahreza baru aja meluncurkan album Sides Agustus lalu. Album studio keempat itu diisyratkan sebagai sisi lain dari seorang Afgan Syahreza. Nah, salah satu lagu yang ada dalam album Sides dipilih untuk mengisi soundtrack film Pinky Promise. Menurut Afgan,  lagu yang mengandung unsur musik orkestra dirasa paling susah proses rekamannya dibanding lagu lain. Waduh! Namun pada akhirnya, ia mengaku sangat puas dengan hasil lagu "Jalan Terus". Pengakuan ini dilontarkan Afgan saat Feedy menghubunginya beberapa waktu lalu.
Saya sangat senang sekali kalau lagu ini dijadikan soundtrack film Pinky Promise. Tim produksi dari MP Pro meyakinkan saya kalau lagu ini sejalan dengan tema yang diangkat oleh film Pinky Promise.

Bukan Pertama Kali Afgan Isi Soundtrack Film

[caption id="attachment_11978" align="aligncenter" width="500"]feedme-id-afgan_jalan-terus Salah satu adegan Afgan pada video klip video "Jalan Terus". Foto: YouTube[/caption] Ini bukan kali pertama untuk penyanyi bersuara berat itu mengisi soundtrack film Indonesia. Suara ballad khas milik Afgan kerap kali terdengar menjadi latar sebuah film layar lebar. Beberapa diantaranya adalah "Percayalahduet dengan Raisa, yang menjadi soundtrack film I Love You From 38.000  Feet, lagu "Cinta 2 Hati" OST. Cinta 2 Hati, "Bukan Cinta Biasa" juga dipilih jadi lagu latar film Bukan Cinta Biasa, "Untukmu Aku Bertahan" OST. My Idiot Brother, dan yang terakhir "Jalan Terus" dipilih menjadi soundtrack Film Pinky Promise.  

Afgan Sulit Menjiwai Lagu "Jalan Terus"

[caption id="attachment_11980" align="aligncenter" width="450"]feedme-id-afgan_jalan-terus_pinky-promise Foto: Afgan sulit menjiwai lagu 'Jalan Terus'/YouTube.com[/caption] Nah, biarpun kerap mengisi lagu untuk film, tapi Afgan gak luput dari yang namanya susah menjiwai lagu. Yeap, pria kelahiran 27 tahun lalu itu mengaku kalau dirinya sedikit kesulitan menyanyikan lagu "Jalan Terus". Saking sulitnya, ia sampai mengulang rekaman sebanyak empat kali. Duh! Kesulitan membawakan lagu ini karena harus dibawakan dengan penuh penjiwaan dan lagunya sangat powerfull. Oh iya, lagu ini merupakan hasil aransemen Erwin Gutawa dan dikerjakan di Praha lho.
Sebenarnya lagu ini untuk album baru saya. Namun, pada waktu itu pihak MP Pro minta lagu ke saya dan setelah mendengarkan lagu "Jalan Terus" langsung ngerasa cocok dengan lagunya. Agak sulit untuk menyanyikan lagu ini. Soalnya lagu ini penuh penjiwaan yang mendalam gitu. Kerena dilihat dari lirik lagunya dan menggunakan musik orkestra, jadi saya harus benar-benar mendapatkan feel-nya. Ketika saya rekaman, Mas Erwin dan tim masih belum merasa pas. Bahkan, harus mengulang proses rekamannya tiga hingga empat kali.
Emang tentang apa sih lagu ini sampai-sampai Afgan sulit menjiwai?

Soal Perjalanan Hidup

[caption id="attachment_11979" align="aligncenter" width="396"]feedme-id-afgan_jalan-terus_sides Foto: Adegan Afgan sedang menyetir dan dirangkul oleh kekasihnya pada klip video 'Jalan Terus'/YouTube.com[/caption] Kisah lagu "Jalan Terus" terinpirasi dari perjalanan hidup seseorang dalam menghadapi segala rintangan dalam hidupnya. Namun, orang itu tetap optimistis dalam menjalani hidupnya. Afgan berharap lagu Jalan Terus dapat menginspirasi penikmat musik Tanah Air. Nah, makanya gak heran nih kalau lagi ini dipilih mengisi film Pinky Promise. Dalam film itu pun, lagu "Jalan Terus" menggaung pada beberapa adegan penting, bahkan jadi penutup film ini. Oh iya, film ini sendiri menceritakan tentang persahabat perempuan dengan latar belakang berbeda. Walaupun berbeda, mereka punya satu kesamaan, yakni berjuang untuk melawan penyakin kanker payudara. Film ini juga menjadi rangkaian kampanye menyambut peringatan Hari Kanker Payudara Sedunia yang jatuh setiap 26 Oktober. Pinky Promise bakal tayang serentak di bioskop tanggal 13 Oktober nih Feedies. Meskipun sempat mengalami kesulitan saat rekaman, tapi Afgan merasa puas dengan hasilnya. Duh, penasaran gak sih, lagu model apa yang bikin Afgan susah menjiwai ini? Yuk, kita dengar!
Gimana Feedies, suka dengan lagunya? Jangan lupa sebarkan ke teman-teman kamu yang suka Afgan ya.

Hiburan

Apa yang Spesial dari Java Jazz Festival 2019?

Bagus Prasetiyo | 2 jam yang lalu
Apa yang Spesial dari Java Jazz Festival 2019?

Java Jazz memasuki usia ke 15 pada 2019 ini. Pada gelaran tahun 2019, ada beberapa hal sepsial yang akan disajikan gelaran musik jazz terbesar di Indonesia ini. Apa aja, sih?

FeedMe.id, Jakarta - Tahun 2019 menjadi tahun ke-15 penyelenggaraan Java Jazz Festival. Festival musik jazz ini kembali diadakan di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 1-3 Maret 2019. Adakah hal istimewa pada gelaran festival musik jazz terbesar di Indonesia, pada tahun ini?

Dari segi tema, Java Jazz Festival 2019 mengusung tema bernuansa Broadway dan Motown. Direktur Utama PT Java Festival Production Dewi Gontha bilang, tema ini sangat pas dalam menggambarkan pertunjukan yang besar.

"Tahun ini tema broadway dan motown. Broadway menggambarkan pertunjukan musik yang megah. Motown secara musikalitas lebar sekali. Nanti ada teman-teman yang membawakan tema itu," kata Dewi saat Feedy temui dalam jumpa pers di No Boundary Cafe, Jakarta Selatan, Rabu, 16 Januari 2018.

Tema tersebut dipilih untuk menyasar apsar yang lebih muda, Feedies. Maka dari itu, konsep 11 panggungnya pun nanti akan menyesuaikan dengan tema. Selain itu, hal istimewa lain yang ada dalam Java Jazz Festival 2019 adalah hadirnya grup band legendaris. 

"Kali ini kami hadirkan band legendaris Toto dengan the original member. Ada pendatang baru, Ravina, penyanyi keturunan india. Ada H.E.R, musikus yang mendapatkan lima nominasi Grammy," ujar Nikita Dompas, musikus yang juga pengisi acara Java Jazz Festival 2019.

Keistimewaan berikutnya adalah hadirnya Traveloka sebagai sponsor. Dengan adanya Traveloka, kamu bisa memakai fitur Pay Later untuk memudahkanmu menonton konser ini, Feedies. Kamu bisa menonton dulu dan membayarnya kemudian.

Di luar hal itu, Java Jazz Festival masih memakai venue yang sama dan tampilan yang gak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. 

 

Subscribe to our newsletter

Connect with us

Hiburan

Keluarga Cemara Tembus 1 Juta Penonton, Go-Jek Ajak Driver Nobar

Bagus Prasetiyo | 2 jam yang lalu
Keluarga Cemara Tembus 1 Juta Penonton, Go-Jek Ajak Driver Nobar

Go-Jek ngajak para mitranya nobar film Keluarga Cemara. Kalau kamu udah nonton, kamu tentu tahu bahwa Go-Jek menjadi sponsor utama film ini. 

FeedMe.id, Jakarta - Kalau kamu udah menonton film Keluarga Cemara, kamu tentu tahu bahwa Go-Jek menjadi sponsor utama film tersebut. Yeap, abah yang di sinetron digambarkan jadi pengayuh becak, kini menjadi driver Go-Jek. Nah, kamu tahu gak sih, film arahan Yandy Laurens tersebut tembus 1 juta penonton pada 10 hari penayangannya lho, Feedies.

Untuk merayakan kesuksesan ini, Go-Jek pun mengajak para mitranya untuk nonton bareng alias nobar. Yang nobar bukan cuma driver aja, tapi talent Go-Life juga, lho. Bukan tanpa tujuan, hal ini sengaja dilakukan dengan harapan dapat memberikan hiburan berkualitas sekaligus memberikan inspirasi dan motivasi agar selalu semangat berjuang demi keluarga.

“Hal ini membuat film Keluarga Cemara menjadi pilihan hiburan yang tidak hanya mendidik dan berkualitas, tetapi juga dekat dengan para mitra. Harapan kami agar film ini dapat menjadi inspirasi serta motivasi bagi mereka bahwa dengan menjadi mitra Go-Jek, mereka juga bias menjadi sosok pahlawan bagi keluarga,” kata Nila Marita selaku Chief Corporate Affairs Go-Jek, sebagaimana dikutip dari Styl.id.

Selain nonton bareng, bentuk dukungan terhadap film Keluarga Cemara juga disalurkan melalui Go-Tix yang merupakan salah satu layanan pemesanan tiket secara online yang dimiliki oleh Go-Jek. Dengan Go-Tixpara pengguna dapat memilih seat tanpa antre.

Bukan hanya itu, dengan membeli tiket di Go-Tix, kamu juga otomatis menyisihkan donasi sebesar Rp 1.000 per tiket ke Yayasan Save The Children.

Hiburan

Victoria Beckham Ajak Spa Anaknya yang 7 Tahun

Angela Wahyudi | 2 jam yang lalu
Victoria Beckham Ajak Spa Anaknya yang 7 Tahun

Kecantikan istri dari Victoria Beckham udah gak perlu diragukan lagi. Walaupun usianya terbilang gak muda, tapi dirinya tetap rutin mengurus wajahnya supaya tetap cantik. Dalam perawatan kali ini, dia gak sendirian lho, Feedies.

FeedMe.id, Jakarta – Meskipun kini Victoria Beckham berusia 44 tahun, tapi pesona kecantikannya masih terus terpancar. Istri dari David Beckham ini memang suka melakukan perawatan, salah satunya spa. Saat tak disibukkan dengan pekerjaan, desainer kondang asal Inggris ini selalu meluangkan waktu untuk pergi ke tempat spa untuk menjalani serangkaian perawatan.

Namun uniknya, kalau biasanya perempuan melakukan ‘me time' alias memanjakan diri sendiri secara sendirian, Victoria Beckham memilih untuk mengajak anaknya untuk ikut spa.  Anaknya yang diajak spa adalah Harper yang baru berusia 7 tahun.

Pemandangan itulah yang bisa ditemukan dalam unggahan Victoria Beckham di Instagram Stories-nya. Perempuan asal Inggris tersebut mengabadikan video ketika Harper lagi memejamkan mata dan menikmati fasilitas spa pada hari itu.

"Kita harus memakai produk yang bersih untuk anak-anak kita," tulis Victoria dalam postingan tersebut. Gak heran kalo hal ini jadi mencuri perhatian para penggemar dan followers-nya di Instagram.

Banyak yang bilang gemas dengan wajah lucu Harper.

Walaupun terbilang sangat kecil, Harper memang udah sering berkunjung ke tempat spa. Gak cuma perawatan baby facial ini aja, Harper juga sering menghias kukunya dengan berbagai warna kuteks cantik sesuai dengan keinginannya.

 

Hiburan

Perjalanan Hidup Aris: Juara Idol, Jadi Sopir Taksi, hingga Terjerat Kasus Narkoba

Angela Wahyudi | 2 jam yang lalu
Perjalanan Hidup Aris: Juara Idol, Jadi Sopir Taksi, hingga Terjerat Kasus Narkoba

Nasib baik tampaknya belum berpihak pada jebolan pencarian bakat Indonesian Idol, Aris. Usai memenangi kontes bernyanyi di salah satu tv swasta, karier Aries terbilang kurang moncer. Ia pernah menjadi sopir taksi online, alih-alih bernyanyi di atas panggung. Kabar terkini bahkan lebih miris lagi, mantan rival Gisel itu ditangkap polisi karena terjerat narkoba. 

FeedMe.id, Jakarta – Dunia musik Indonesia kembali digemparkan dengan berita tertangkapnya seorang penyanyi atas kasus narkoba. Penyanyi itu nggak lain adalah Januarisman alias Aris Idol, juara Indonesian Idol musim kelima. Kali ini, Feedy mau ngajak kamu untuk flashback dan melihat rekam jejak kehidupan Aris. 

Bagaimana kehidupannya? Simak faktanya di bawah ini ya, Feedies.

Sempat Menjadi Pengamen 

Sebelum mengikuti ajang pencarian bakat Indonesian Idol, Aris merupakan seorang pengamen di kereta listrik Jabodetabek serta Terminal Kampung Melayu, Jakarta. Niat Aris mengikuti ajang pencarian bakat ini kabarnya gak direstui oleh sang istri, Fany. Fany beranggapan bila Aris terkenal, maka dia akan meninggalkan keluarganya.

Menjadi Juara Indonesian Idol

Usaha Aris yang awalnya gak direstui oleh sang istri ini ternyata malah membawanya ke puncak kesuksesan. Dirinya berhasil mengalahkan 11 kontestan lain dan menjadi juara pencarian bakat tersebut. Aris menarik perhatian para juri dan penonton lantaran saat membawakan lagu dari band ST12 bertajuk "Rasa yang Tertinggal" mirip dengan suara vokalis aslinya. Karena meraih gelar juara, Aris pun mendapatkan sejumlah uang dan kesempatan kontrak kerja yang menggiurkan.

Sempat Digugat Cerai Istri

Seperti menjadi kenyataan, pada 26 November 2008, istri dari Aris melayangkan gugatan cerai. Kabarnya, Aris nggak menafkahi keluarganya dan kerap melakukan KDRT kepada sang istri. Karena kasus tersebut, Aris pun terancam dipecat oleh pihak Indonesian Idol. Namun, akhirnya Aris dan Istri kembali rujuk dengan alasan anak.

Jadi Sopir Taksi Online dan Menghilang Tanpa Jejak

Ditengah tenggelamnya nama Aris, pada Juni 2017, Aris sempat dikabarkan meghilang waktu mengemudikan taksi online. Sang istri mengaku gak bisa mengontak sang suami selama tiga hari. Namun setelah 3 hari menghilang, Aris akhirnya pulang. Hal itu diketahui dari unggahan instagramnya yang mengharukan. Alasan menghilangnya Aris pun membuat iba warganet karena perjuangannya sebagai seorang kepala keluarga.

Terlibat Pesta Miras dan Narkoba

Pria kelahiran Jakarta 25 Januari 1985 ini ditangkap Satuan Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok di apartemen kawasan kuningan, pada Selasa 15 Januari 2019. Diketahui Aris tertangkap basah sedang melakukan pesta miras dan narkoba jenis sabu-sabu secara bersamaan. Dirinya ditangkap bersama keempat rekannya.

 

Hiburan

Begini Serunya Trailer Perdana Spider-Man: Far From Home

Bagus Prasetiyo | 2 jam yang lalu
Begini Serunya Trailer Perdana Spider-Man: Far From Home

Yang ditunggu-tunggu penggemar Marvel pun tiba. Sebulan setelah penayangan trailer perdana Spider-Man: Far From Home di CCXP (Comic Con Experience) 2018 di Brasil, Sony-Marvel akhirnya meluncurkan trailer perdana Spider-Man: Far From Home ke publik. Seperti apa keseruannya?

FeedMe.id, Jakarta - Diharapkan meluncur bersamaan dengan trailer Avengers: End Game pada November 2018, trailer Spider-Man: Far From Home gak kunjung datang. Sony Pictures kemudian menayangkan trailer tersebut di CCXP 2018, dan sangat disayangkan rumah produksi tersebut  mengubah keputusan untuk gak segera merilis ke publik sebagai bentuk penghargaan ke pengunjung CCPX 2018. Sampai akhirnya trailer perdana tersebut pun hadir pada Rabu, 16 Januari 2018.

Seperti yang dilansir dari Screenrant via Geeq, Sony-Marvel akhirnya meluncurkan trailer terbaru Spider-Man: Far From Home bersamaan dengan posternya. Pada teaser trailer berdurasi sekitar 2 menit tersebut menampilkan sejumlah karakter utama yang muncul di film pertama, kayak MJ, Ned, termasuk dengan pertemuan Peter Parker dan Nick Fury.

Selain itu, trailer ini akhirnya menampilkan Jake Gyllenhaal sebagai Mysterio yang disebut-sebut sebagai karakter yang akan menjadi sekutu bagi Spider-Man. Di trailer ini juga ditampilkan wujud Mysterio dengan helm akuarium ikan ikonisnya sedang bertarung dengan Hydro-Man, salah satu villain yang akan muncul di Spider-Man: Far From Home.

Bersamaan dengan dirilis trailer perdana Spider-Man: Far From Home, Sony-Marvel juga meluncurkan poster film tersebut yang seakan-akan memberi petunjuk negara-negara apa aja yang akan dikunjungi Peter Parker dan teman-temannya, seperti London, Venice, Praha, hingga Berlin.

Dengan diluncurkannya trailer pertama Spider-Man: Far From Home, Marvel dan Sony resmi memulai promosinya untuk film yang akan tayang 6 bulan kemudian. Namun, penggemar Marvel harus bersadar mengingat masih ada Captain Marvel dan Avengers: End Game hingga akhirnya Spider-Man: Far From Home tayang sebagai pembuka fase empat Marvel Cinematics Universe.

Berikut trailer perdana dari Spider-Man: Far From Home.

 

TOP