Pojok

'BPJS': Fenomena Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita ala Anak Muda

Bagus Prasetiyo | 23 January 2019 - 20:00
'BPJS': Fenomena Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita ala Anak Muda
Ada perbedaan besar antara sosialita sungguhan, dengan sosialita dadakan yang haus akan eksistensi. Ibarat lagu populer Gaga Muhammad "Panjat Sosial", fenomena BPJS, alias Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita kini menjadi bagian dari kehidupan kota besar. Jika sudah melampaui batas kewajaran, mereka bisa jadi butuh penanganan psikiater. Simak #LaporanFeedy berikut ini.

FeedMe.id, Jakarta - Berkunjung setiap akhir pekan ke kelab malam sudah jadi hal wajib bagi Sidik. Lelaki 23 tahun yang bekerja sebagai tenaga pemasaran sebuah perusahaan swasta ini tak pernah absen berpesta, meski penghasilan bulanannya tak mencukupi. Yang penting terlihat gaya dan eksis di dunia maya. Tak lupa, check-in di tempat nongkrong kelas atas juga jadi kewajiban.

Bukan cuma itu, memiliki barang bermerek ternama dengan label asli juga jadi keharusan buatnya. Katanya, gaya hidup di Jakarta yang bikin ia jadi begini. Selembar pakaian seharga setengah juta jadi benda termurah yang ia punya. Sementara ponsel layar sentuh teranyar milik perusahaan dengan logo apel tergigit, dengan harga Rp 13 jutaan, jadi yang termahal.

Jangan tanya soal penghasilan bulanan karena sudah pasti tak akan cukup menghidupi gaya hidupnya. Kantong cekak dan upah karyawan yang hanya sedikit lebih tinggi dari UMR Ibukota memang bikin Sidik pusing tujuh keliling. Namun, dia tak kehilangan akal. Berutang pun akhirnya jadi pilihan dan bahkan kebiasaan. Salah satu trik yang dipakai Sidik adalah minta ditalangi saat makan dan berdalih akan membayar sesudahnya.

Tak sekali dua kali ia begitu. Namun, tidak pernah sekalipun uang yang ia janjikan dibayarkan ke teman yang menalangi. Usut punya usut, uang tersebut ternyata dialokasikan Sidik untuk berpesta di kelab malam Ibukota bersama kawan-kawannya dari geng kelas atas.

Ketinggalan party? Gak lagi Foto: shutterstock

Utang Sidik bukan cuma printilan terkait makanan. Ia pernah meminjam uang hingga Rp 20 juta agar bisa mengekor gaya hidup teman-teman di geng kelas atasnya, yang hingga sekarang belum juga dilunasi. Bahkan ia pernah diam-diam mengambil kartu kredit milik bosnya untuk membeli ponsel mewah seharga Rp 13 juta. Setelah itu, ia keluar dari perusahaan dan kabur dengan pindah kosan.

Setali tiga uang, Sela, lelaki berusia 26 tahun, pun demikian. Berutang sudah menjadi kegemaran baginya. Uang hasil utang tersebut ia pakai untuk plesiran, entah dalam atau luar negeri. Untuk pengembaliannya, Sela memilih mencicil kepada orang yang diutangi. Pernah sekali waktu, ia dikejar-kejar ibu kos lantaran menunggak sewa kamar beberapa bulan. Uang yang harusnya dipakai untuk bayar kos, ia pakai untuk nongkrong di mal saban hari. 

Teman-teman Sela tak sekali dua kali memperingatkan Sela agar ia tak seperti itu. Namun, saran dari temannya tak pernah digubris. Ia tetap pinjam sana sini untuk plesiran dan beli ini itu. Kelakuan Sela yang seperti ini bukannya tanpa sebab. Dulunya Sela termasuk orang berada, tapi usaha orang tuanya gulung tikar dan bikin keluarganya harus hidup jauh dari kemewahan seperti dulu.

Kemunculan Fenomena 'BPJS'

Sidik dan Sela tak sendiri. Di luar sana, terdapat banyak orang yang juga menghalalkan segala cara untuk tampil mewah. Tidak jarang, mereka sampai berutang sana sini untuk biaya liburan ke luar negeri. Kasus yang sering terdengar adalah menjual organ tubuh untuk membeli ponsel premium.

Pada November 2012, Wang Shangkun, 18 tahun, seorang remaja dari salah satu wilayah termiskin di Cina menjual ginjalnya untuk membeli iPhone dan iPad. Akibat dari perbuatannya ini, Shangkun menderita gagal ginjal lantaran menjalani pembedahan transplantasi yang ilegal. Hal yang sama juga terjadi pada September 2015, yakni dua orang pria Cina, Wu dan Huang, menjual ginjal mereka demi membeli iPhone 6S.

Gawai alias gadget, saat ini juga menjadi salah satu penanda status sosial seseorang. Foto via Shutterstock

Sementara dari dalam negeri, kasus serupa juga sempat jadi perbincangan hangat beberapa waktu lalu. Sispai alias Fransica Paisal, jadi buah bibir lantaran gemar berutang sana sini untuk jalan-jalan ke luar negeri. Permasalahan ini menjadi heboh saat Mita M. Supardi, salah seorang 'korban' Sispai mempublikasikan kasus utang piutang ini dengan tagar #BacotSispai. Curhatan Mita di Twiter rupanya mengundang para korban utang dari Sispai untuk buka suara.

Fransisa Paisal yang sempat bikin heboh karena berutang hingga ratusan juta rupiah untuk travelling. Belakangan, Sispai melunasi hutang-hutangnya.

Fransisca Paisal yang sempat bikin heboh karena berutang hingga ratusan juta rupiah untuk travelling. Belakangan, Sispai melunasi utang-utangnya. Fenomena seperti ini kerap dijuluki BPJS (Budget Pas-pasan, Jiwa Sosialita) atau social climber, yaitu orang yang ingin mencari pengakuan sosial yang lebih tinggi dari kondisi atau status yang sebenarnya.

Gaya hidup yang tinggi, tapi tak dibarengi dengan penghasilan yang memadai, disinyalir menjadi salah satu alasan terbentuknya perilaku tipu menipu seperti yang dilakukan Fransisca dan Sidik, juga perilaku nekat seperti yang dilakukan Shangkun, Wu dan Huang, serta Sela.

Sidik dan Sela merupakan bagian dari angkatan kerja usia produktif Indonesia yang jumlahnya menurut Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mencapai 70 persen dari total keseluruhan penduduk. Mereka merupakan bagian dari bonus demografi Indonesia yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada tahun 2020.

Sayangnya, kebanyakan dari mereka belum memiliki pendapatan yang cukup untuk bisa menopang gaya hidup kekinian. Hasilnya, berutang menjadi salah satu solusi mereka. Entah berutang lewat kartu kredit, ataupun meminjam kepada teman. Ini tentu tidak terelakkan, karena sebagian besar dari mereka hanya berada pada level pendapatan UMR sebesar Rp 3,1 juta untuk DKI Jakarta.

Kira-kira, apa sih bedanya sosialita asli dan palsu? Dan apa sebenarnya definisinya?

Beda Sosialita Asli dan Palsu

Julianty Tulung, penggemar mode dan juga wajah familiar di kalangan sosialita Jakarta, memberikan definisi tersendiri soal sosialita, dan perbedaannya dengan para social climber. Menurut dia, sosialita dadakan itu mengikuti tren saat ini, karena tekanan dari rekan kerja dan mereka yang up to date, untuk diterima di kalangan tertentu.

"Namun, sosialita sejati adalah mereka yang suka saat terlihat memakai barang-barang bermerek mewah dan diundang ke acara mode serta pameran mewah," kata Julianty yang sering muncul di berbagai event sosial. Dia juga seringkali menjadi host, atau pihak pengundang berbagai acara mode, hingga event seni.

Menurut Julianty Tulung, sosialita sejati adalah mereka yang sering muncul di acara mode dan mampu untuk membeli barang-barang itu. Foto via Image Dynamics

Menurut Julianty Tulung, sosialita sejati adalah mereka yang sering muncul di acara mode dan mampu untuk membeli barang-barang itu. Sementara social climber atau 'BPJS', merupakan sosialita dadakan. Mereka senang terlihat bersama dengan orang-orang sosialita sejati dan berusaha keras diundang menghadiri acara-acara yang kerap didatangi sosialita. Ia menambahkan, "Terkadang mereka meminta undangan dari penyelenggara acara, majalah atau merek mewah."

Bukannya tanpa alasan sosialita gemar mengenakan barang mewah atau mengerti gaya hidup mewah. Kebanyakan dari mereka dibesarkan dalam keluarga yang makmur. Secara finansial, mereka mampu untuk membeli barang-barang mewah, tanpa banyak kesulitan. Sebagian dari mereka pun terkadang lebih suka terlibat dalam acara sosial, mulai sekadar fashion show hingga acara amal.

Berbicara soal sosialita, berarti kita membicarakan sekitar 1 persen penduduk Indonesia yang jauh lebih mapan ketimbang sebagian besar penduduk Indonesia. Mereka tak segan mengeluarkan uang ratusan ribu hanya untuk sarapan dan makan siang di restoran semacam Social House atau Eric Kayser. Atau juga menggelontorkan uang jutaan rupiah hanya untuk membeli tas tangan paling baru dari rumah mode ternama. Tentu ini berbanding terbalik dengan kehidupan Sidik ataupun Sela yang pas-pasan serta penuh utang sana-sini.

Pengamat gaya hidup, yang juga penulis buku Better and Better, Rachel Octavia membeberkan definisi sosialita yang berbeda. Menurut dia, pada dasarnya sosialita adalah orang yang bersosialisasi dan bergaul serta sering ada di acara-acara untuk bersosialisasi.

"Buat aku, ciri utama dari sosialita itu, ya, networking. Tapi sekarang menuju ke strata sosial tertentu. Definisinya jadi bias karena sekarang artinya orang yang bersosialisasi yang pakai brand," ucap Rachel saat dihubungi beberapa waktu lalu. 

Sosialita Dadakan Akibat Imbas Medsos?

Rachel menuturkan, media sosial memberi andil dan memupuk lahirnya sosialita dadakan alias sosialita palsu. Medsos memberikan fenomena atau gambar-gambar yang bagus dan indah, tapi kebanyakan tidak seindah aslinya. Ini lantaran semua yang tampil di media sosial belum tentu representasi dari dunia nyata.

Gambar bisa difilter dan disunting demi pencitraan di dunia maya. Ia menambahan, "Mungkin to be a part of some community jadi suatu keharusan dan keinginan. Kalau gak masuk gak keren," kata dia. Padahal ada banyak hal yang dikorbankan dan bahkan menghalalkan segala cara untuk bisa memakai barang bermerek dan fasilitas luar biasa tersebut.

feedme-id-adiksi-medsos

Lewat media sosial, orang jadi mudah menguntit (stalking) seseorang dan memantau gaya hidupnya, mulai dari apa pekerjaannya sampai tinggal di mana. Dengan begitu, proses meniru terjadi, padahal kondisi sosial ekonomi si peniru dengan yang ditiru berbeda jauh.

"Orang yang seperti itu insecure dan gampang terombang ambing. Tidak punya circle yang memenuhi keresahan dalam dirinya," tutur Rachel.

Untuk bisa menyadarkan si 'BPJS', Rachel mengatakan, harus ada teman lama yang sudah akrab dan bisa dibilang sahabat. Mereka bisa kembali mengubah haluan social climber karena memiliki kedekatan dan lebih didengar. Kalau tidak, nasihat yang masuk tak bakal didengar, bahkan tidak digubris.

"Sahabat bisa mengingatkan dengan bilang, 'Jangan jadi kacang lupa kulit. Lo lagi kenapa, sih? Lo mau membuktikan diri ke siapa?' karena kadang social climber ini suka tak sadar kalau dia begitu," ujarnya. Selain itu, untuk bisa "sembuh" harus mencari circle baru, pertemanan yang lebih sehat, dan bisa menerima apa adanya. 

Berawal dari Kapasitas Diri yang Rendah

Menurut psikolog Kasandara Putranto, fenomena ini terjadi karena orang-orang 'BPJS' itu memiliki kapasitas emosional yang rendah. "Mereka tidak mampu menahan dorongan emosi untuk memiliki barang-barang mewah dan hidup mewah," ujarnya saat dihubungi beberapa waktu lalu. Bukan hanya itu, mereka juga memiliki masalah lain yang lebih kompleks.

Kasandra melanjutkan, orang-orang seperti itu juga tak punya kemampuan sosial interpersonal yang tangguh dalam berhadapan dengan orang lain dan meyakini bahwa orang mau berteman jika mereka punya taraf sosial ekonomi yang tinggi. "Tidak apa adanya," kata dia.

FeedMe.id-SahabatDoyanTraktir

Kasandra menolak jika fenomana 'BPJS' ini dikatakan penyakit mental. Ini karena belum ada kriteria tersendiri yang meyatakan perilaku demikian termasuk sakit jiwa. "Tapi dalam kontrak tidak mampu mengendalikan impuls, lalu ada kecanduan tampil gaya, itu sudah memenuhi kriteria impuls control disorder dan addiction," tuturnya.

Pola asuh yang salah menjadi penyebab utama orang berperilaku demikian. Parahnya, kalau terus didiamkan akan jadi semakin susah untuk pulih. Meskipun Kasandra menolak perilaku ini disebut penyakit, tapi dia mengatakan bahwa ada obat yang bisa dipakai untuk mengendalikan kebiasaan ini. "Harus minum obat psikiatrik," ucapnya.

Ia mengatakan, parah atau tidaknya perilaku BPJS ini tergantung apakah sudah melewati batas kualitas dan kuantitas atau belum. Namun ia menyarankan untuk memeriksakan orang yang 'BPJS' ini kepada psikiater untuk mendapat penanganan yang tepat.

Kisah Sela, Sidik ataupun Sispai sebenarnya hingga saat ini masih banyak terjadi. Memahami dan mau menerima kondisi dari diri serta konsekuensi dari suatu gaya hidup bisa menjadi kunci utama bagi para sosialita dadakan ini untuk mulai berbenah. Mana tahu di masa depan, setelah menabung dan mengalokasikan uangnya untuk investasi, mereka bisa jadi sosialita sungguhan. 

Gaya

Oppo Reno, Gadget dengan Kamera 'Sirip Hiu' yang Diburu 1.000 Orang

Bagus Prasetiyo | 2 jam yang lalu
Oppo Reno, Gadget dengan Kamera 'Sirip Hiu' yang Diburu 1.000 Orang

FeedMe.id, Jakarta - Oppo mengenalkan seri terbarunya dengan desain paling nyeleneh, yakni kamera depan yang nongol dan miring atau bisa disebut juga mirip sirip hiu. Seri ini dinamakan Oppo sebagai Reno. Gawai ini baru akan tersedia pada akhir Mei 2019, tapi Oppo telah membuka sesi pra-pembelian alias pre-order. Dalam sesi "Unlock Your Creativity", Oppo ngasih kesempatan buat konsumen untuk mendapatkan Oppo Rebo lebih awal dengan harga khusus. Namun dengan catatan, sesi ini cuma tersedia untuk 100 orang aja.

Di luar dugaan, sesi yang dibuka sejak 17-20 Mei 2019 ini udah diikuti 1.000 pendaftar alias calon pembeli. Meskipun banyak yang berminat, tapi Oppo, dalam keterangannya, hanya memberikan harga khusus untuk 100 orang aja lho, Feedies.

"Kegiatan 'Unlock Your Creativity' merupakan bentuk apresiasi kami kepada konsumen yang telah menantikan kehadiran OPPO Reno. Adanya kesempatan untuk memiliki perangkat ini lebih awal pun mendapatkan respons yang sangat positif dari konsumen. Terbukti dalam tiga hari setelah kegiatan ini dimulai, lebih dari 1.000 orang sudah melakukan registrasi,” ujar Aryo Meidianto, PR Manager Oppo Indonesia.

Adapun Oppo Reno Series merupakan lini seri terbaru Oppo yang akan menggantikan lini R Series. Oppo Reno Series ini hadir dengan dua varian, yaitu OPPO Reno dan OPPO Reno 10x Zoom. 

Oppo Reno membawa kamera belakang ganda dengan resolusi 48 MP F/1.79 dan 4MP F/2.4 sebagai depth sensor. Fitur baru yang dibawa oleh kamera ini adalah Ultra Night Mode 2.0 yang dapat menghasilkan foto cerah, kaya warna, dan tajam pada kondisi kurang cahaya. Selain itu, Oppo Reno mengusung fitur Dazzle Color Mode yang dapat merestorasi warna hingga tingkatan pixel untuk menyajikan warna yang lebih cerah.

Dari sisi kamera swafoto, Oppo menerapkan kamera berbentuk pivot rising camera. Kamera ini tergolong unik karena kamera tersebut akan keluar menyerupai sirip hiu jika pengguna mengaktifkan swafoto atau melakukan foto dengan menggunakan lampu kilat. Kamera ini juga memiliki besaran sensor 16MP dan dilengkapi dengan teknologi kecerdasan buatan.

Untuk mengakomodir kebutuhan foto beresolusi tinggi, OPPO Reno dilengkapi dengan memori internal sebesar 256 GB. Perangkat ini hadir dalam dua pilihan warna, yakni Ocean Green dan Jet Black.

 

Subscribe to our newsletter

Connect with us

Viral

CEO Google Rela Pangkas Waktu Acara Google Demi Liverpool vs Barcelona

Febi Prilaksono | 2 jam yang lalu
CEO Google Rela Pangkas Waktu Acara Google Demi Liverpool vs Barcelona

FeedMe.id, Jakarta - Semi final Liga Champions 2019 memang terlihat sangat sengit dan menggairahkan. Gimana nggak, laga semifinal ini dipenuhi oleh drama dan juga epic comeback dari kedua belah pertandingan, yaitu Liverpool vs Barcelona dan Tottenham vs Ajax Amsterdam.

Ternyata, keseruan laga semi final ini juga nggak mau dilewatkan oleh CEO Google, yaitu Sundar Pichai lho. Ini terbukti dari pembatasan durasi presentasi Pichai pada acara Google I/O 2019 yang lalu yang kebetulan harinya bertepatan dengan pertandingan Liverpool kontra Barcelona.

Lebih rincinya, acara Google I/O 2019 pada hari Selasa (7/5/2019) dibuka pada waktu 10.00 waktu setempat di Mountain View, California, Amerika Serikat. Nah, laga Liverpool melawan Barcelona di semi final Liga Champions sendiri berlangsung pada pukul 12.00 waktu setempat.

Sadar akan waktunya yang mepet, Sudar Pichai akhirya mengucapkan akan berusaha membuat durasi keynote di bawah dua jam. Dia juga melanjutkan melakukannya karena pengen banget nonton pertandingan antara Barcelona dengan Liverpool. Tentu aja hal ini disambut dengan gemuruh antusias para peserta yang mungkin pengen nonton pertandingan tersebut juga.

Sundar Pichai yang menjabat sebagai CEO Google memang dikenal sebagai pecinta olahraga sepakbola dengan tim Barcelona sebagai kesayangannya. Bahkan dia pernah berkunjung ke markas Barcelona di Camp Nou dan pada sebuah sesi interview, dia juga pernah mengejek fans Real Madrid, tentunya dengan nada bercanda.

Kayaknya keputusan Sundar Pichai buat mempercepat keynote-nya di acara Google I/O 2019 kemarin tuh salah deh. Ya soalnya di leg kedua Liverpool vs Barcelona, tim asal Spanyol tersebut dibantai habis-habisan dengan skor 4-0 dan gagal melaju ke fase final Liga Champions 2019 deh.

Santai

Tanpa Cowok, Pulau Ini Dikhususkan untuk Perempuan

Rahma Fitriani Masayu | 2 jam yang lalu
Tanpa Cowok, Pulau Ini Dikhususkan untuk Perempuan

FeedMe.id, Jakarta - Pernah gak sih kamu berpikir untuk liburan ke pantai yang isinya cuma cewek-cewek tanpa risih ada pria di dalamnya. Ternyata ini beneran ada lho, coba kamu kunjungi pulau bernama SuperShe yang berada di Finlandia.

Tak perlu ragu untuk datang kesini deh, karena salah satu tujuannya adalah berfokus pada kesehatan kamu. Dilansir dari NY Post, pendiri SuperShe bernama Kristina Roth mengatakan bahwa ide itu muncul setelah dirinya melakukan beberapa kunjungan restoratif di beberapa ashram di Calabasas, California, dan Ranch Malibu, Amerika Serikat.

Roth yang juga mantan konsultan memikirkan gagasan tersebut setelah melakukan beberapa kunjungan tadi. Roth menyukai kedua pengalaman tersebut namun ketika melihat keberadaan pria di tempat tersebut, sepertinya secara naluriah wanita akan langsung mengoleskan lipstik mereka untuk tampil menarik.

"Ide pulau SuperShe ini, bertujuan agar perempuan bisa berfokus pada diri mereka sendiri. Jangan mencoba untuk membuat hormon estrogen kamu naik dengan melihat pria," kata Roth.

Meski demikian, Roth menegaskan bahwa dia bukan pembenci pria. Dia pun tidak menutup kemungkinan SuperShe bisa dikunjungi oleh pria di waktu mendatang.

Sejauh ini, pengunjung pulau Supershe yang datang adalah orang-orang dekat dalam pertemanannya dengan Roth. Setelah pemesanan dibuka untuk umum pada bulan Juli 2018, Roth mengatakan bahwa ia akan menyeleksi orang yang berniat datang ke sana sebelum memberikan izin berkunjung. Gimana? Kamu tertarik kesini gak Feedies?

Gaya

Nggak Sengaja Tertelan, AirPods Ini Masih Berfungsi Normal

Febi Prilaksono | 2 jam yang lalu
Nggak Sengaja Tertelan, AirPods Ini Masih Berfungsi Normal

FeedMe.id, Jakarta - Ada sebuah kisah yang mungkin akan membuat kamu merasa jijik. Kisah ini menceritakan seseorang pria asal Taiwan yang secara nggak sengaja menelan wireless earphone milik Apple, yaitu AirPods ketika dia tertidur.

Sayangnya, pria yang nggak mau diungkapkan identitasnya tersebut nggak memberikan penjelasan yang jelas mengenai proses penelanan AirPods-nya tersebut. Namun, dilansir dari Ubergizmo, ketika terbangun dia nggak bisa menemukan AirPods-nya di seluruh penjuru ruangannya.

Bingung karna nggak bisa menemukan benda yang harganya masih sekitar Rp 2,5 juta di Indonesia, dia akhirnya mengecek fitur tracking dan menemukan kalo benda tersebut berada di dalam tubuhnya. Benar aja, dia mendengar sebuah suara yang dihasilkan AirPods-nya yang berasal dari dalam tubuhnya.

Takut terjadi hal-hal yang nggak inginkan, akhirnya dia pergi ke Municipal United Hospital dan hasil X-ray menunjukkan kalo AirPods-nya memang benar berada di dalam tubuhnya. Namun dokter memintanya untuk nggak terlalu khawatir karena AirPods-nya berhasil melewati proses pencernaan di dalam tubuhnya dan memberikannya obat pencahar.

Benar aja, keesokan harinya setelah dia pergi ke dokter, AirPods-nya berhasil keluar ketika dia membuang air besar. Duh, nggak kebayang gimana proses buang air besarnya pas dia harus ngeluarin benda kayak gitu. Dan untungnya sih usus dan juga organ-oragan di dalam tubuh orang itu nggak mengalami luka ataupun hal-hal yang serius.

Gilanya lagi, setelah dia membersihkan AirPods yang keluar dari kotorannya (jangan dibayangin gimana prosesnya ya), ternyata earphone wireless keluaran Apple itu masih bisa berfungsi dengan normal lho. Kalo temen-temennya tau, masih mau nggak ya mereka minjem AirPods milik pria tersebut?

Film

Waduh! Film Detective Pikachu Udah Muncul di Youtube! Tonton Disini!

Febi Prilaksono | 2 jam yang lalu
Waduh! Film Detective Pikachu Udah Muncul di Youtube! Tonton Disini!

FeedMe.id, Jakarta--Film yang juga ditunggu-tunggu di tahun 2019 ini, yaitu Detective Pikachu akhirnya resmi tayang di Indonesia. Mungkin beberapa ada yang udah nonton di bioskop kesayangannya, tapi ada juga yang belum sempet dan akhirnya harus nunggu sampai weekend ini.

Buat kamu yang belum sempet nonton tapi udah ngebet banget pengen liat aksi penggabungan karakter Pikachu yang unyu abis dengan aktor Ryan Reynold yang terkenal sleengan, ada kabar membahagiakan. Ternyata Warner Bros. udah membagikan film full dari Detective Pikachu di Youtube lho.

Enggak percaya? Nih, nonton aja video yangs atu ini.

Udah nonton? Sebel nggak ngeliat video-nya? He he.

Alih nampilin seluruh isi film Detective Pikachu secara full, ternyata pihak Warner Bros. cuma nge-prank orang-orang yang pengen nonton film ini dengan cara yang ilegal. Di video tersebut emang awalnya terlihat aktor Justice Smith yang berperan sebagai Tim. Namun, nggak lebih dari menit ke 1:10, video berubah menjadi seekor Pikachu yang berjoget-joget dengan latar musik 80an sampai video ini berakhir.

Siapa yang udah ketipu sama video barusan? Tapi pas ngeliat Pikachu joget-joget lucu juga sih. Jadi nggak bisa berpaling dari video-nya. Apa mending kita tonton aja kali ya video Pikachu joget-joget berdurasi 1 jam 42 menit ini?

Gaya

Oppo Rilis F11 Versi Jewelry White, Apa Keistimewaannya?

Bagus Prasetiyo | 2 jam yang lalu
Oppo Rilis F11 Versi Jewelry White, Apa Keistimewaannya?

FeedMe.id, Jakarta - Oppo merilis varian terbaru dari F11 pada Rabu, 15 Mei 2019 di Jakarta. Kali ini pembaruan tersebut hadir lewat warnanya yang disebut Oppo sebagai Jewelry White. Selain warna baru, keistimewaan apa lagi yang dimiliki varian dari F11 ini?

Warna baru ini hadir dengan paket baru, yakni instax, brand instant photo systems keluaran Fujifilm, lewat F11 Jewelry White Exclusive Bundling Package. Paket ini berisi perangkat OPPO F11 varian warna baru Jewelry White, mini printer instax SHARE SP-2, dan satu set macaron film ini dijual secara ekslusif pada situs Blibli.com dengan harga Rp4.499.000. Pemesanan sudah dapat dilakukan sejak 8 Mei 2019.

“Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan instax dalam kesempatan ini karena OPPO F11 Jewelry White dan instax sama-sama dirancang untuk memenuhi kebutuhan generasi muda yang senang mengambil momen berharga dengan sahabat atau keluarga. Melalui F11 Jewelry White Exclusive Bundling Package, konsumen dapat mengabadikan momen berharga tersebut dengan kekuatan kamera belakang 48 MP F11. Momen tersebut pun dapat langsung dicetak melalui mini printer instax SHARE SP-2,” ujar Aryo Meidianto, PR Manager Oppo Indonesia. 

Oppo F11 hadir dengan dilengkapi kamera utama beresolusi 48 MP, lensa dengan diafragma besar f/1.79, dan fitur Ultra-night mode yang memungkinkan pengambilan foto tajam dengan detail terjaga, walaupun saat keadaan minim cahaya atau malam hari. Masih dari sisi fotografi, perangkat ini juga memiliki fitur Potrait mode yang dapat membuat foto tampil lebih menarik, serta fitur Dazzle Color mode yang mampu menghasilkan gambar kaya warna. 

“Kolaborasi instax dengan OPPO adalah bentuk dukungan kami bagi generasi muda yang senang mengekspresikan diri mereka, terutama untuk anak muda yang tertarik mengabadikan setiap momen berharga mereka. Produk kami, instax mini printer, memiliki bentuk ringkas, ergonomis, serta dapat dengan mudah terhubung ke smartphone, sehingga mempermudah generasi muda untuk mencetak foto secara instan di film instax. Foto ini tentu membuat momen spesial menjadi semakin bermakna,” ujar Johanes J. Rampi, General Manager Consumer Printing Department PT FUJIFILM Indonesia.

Instax Share SP-2 merupakan mini printer khusus yang dapat mencetak foto jika terkoneksi dengan smartphone. Sementara instax Mini Macaron Film merupakan kertas foto khusus instax dengan desain bingkai edisi spesial yang dapat membuat hasil cetak tampil semakin menarik.

Selain F11 Jewelry White Exclusive Bundling Package, pada bulan Ramadan yang penuh berkah ini, Oppo juga menghadirkan beberapa penawaran lain, yaitu:

  • F11 Special Online Edition yang memiliki konfigurasi RAM 4 GB dan ROM 64 GB, dan dijual seharga Rp3.299.000. Edisi ini telah habis terjual di hari pertama penjualannya pada 14 Mei 2019. Melihat antusiasme masyarakat yang tinggi, F11 Special Online Edition akan dijual kembali secara eksklusif melalui situs penjualan daring Shopee.id dalam waktu dekat.
  • Gratis kuota data 21 GB Indosat Ooredoo selama tiga bulan bagi seluruh pembelian smartphone OPPO, kecuali F11 edisi e-dagang. Paket ini berlaku mulai 15 Mei hingga 15 Juni 2019.

Pojok

Kece! Samsung Lagi Kembangkan Kamera Depan yang Ngumpet di Balik Layar

Febi Prilaksono | 2 jam yang lalu
Kece! Samsung Lagi Kembangkan Kamera Depan yang Ngumpet di Balik Layar

FeedMe.id, Jakarta -- Saat ini para vendor smartphone berlomba-lomba membuat ponsel dengan layar dari ujung ke ujung ke dalam semua variannya, baik flagship maupun entry level. Namun, walaupun mempunyai layar yang full, hampir semua vendor smartphone masih belum menemukan cara untuk menyembunyikan kamera depannya.

Salah satu cara alternatif untuk memiliki layar yang super lebar saat ini di smartphone adalah dengan menggunakan desain layar berponi alias notch yang diadopsi oleh banyak smartphone, atau dengan hole-punch alias mirip tompel kayak yang ada di Galaxy S10. Walaupun begitu, Samsung sebenernya udah menemukan solusi lainnya yang ada di smartphone Galaxy A80 dengan memutar-mutar kamera belakangnya.

Namun kayaknya Samsung masih belum puas dengan teknologi yang ada Galaxy A80 yang bisa memutar kamera belakang untuk dijadikan kamera depan. Buktinya, dilansir dari Ubergizmo berdasarkan laporan dari MyDriver, Samsung seperti udah mengkonfirmasi kalo mereka sedang mendevelop kamera yang bisa beroperasi di balik layar.

Dengan teknologi ini, nantinya Samsung bakalan bisa membuat smartphone dengan layar penuh tanpa adanya poni, tompel, atau bahkan kamera pop-up. Karena nantinya kamera depan akan tersembunyi di balik layar smartphone tersebut.

Walaupun belum ada konfirmasi apa-apa dari pihak Samsung, namun sebelumnya juga ada kabar serupa. Dengan adanya kabar yang menyebutkan Samsung lagi mendevelop teknologi ini, malah makin menegaskan kabar tersebut.

Sayangnya kita masih belum tau kapan Samsung akan mengaplikasikan teknologi ini ke dalam smartphone buatannya, tapi pastinya teknologi ini adalah satu-satunya cara agar layar smartphone bisa full edge-to-edge tanpa ada poni ataupun pop-up dan slide camera di sebuah smartphone. Kita tunggu aja ya, Feedies.

TOP