Nyantai

Sejarah Halloween: Festival Bangsa Celtic All-hallow Eve

feedme.id halloween
Dibaca 530

Tradisi Halloween yang ngetop di Barat ternyata udah dirayakan selama ribuan tahun lho, Feedies. Dan, Gereja Katolik ternyata berperan besar terhadap perayaan ini.

FeedMe.id, Jakarta – Akhir Oktober selalu identik dengan yang seram-seram, apalagi penyebabnya kalau bukan gara-gara Hari Halloween yang jatuh di tanggal 31 Oktober. Tradisi ini memang kurang akrab di Indonesia, tapi termasuk ‘hari raya’ paling heboh di Barat. Wajar aja sih, soalnya Halloween memang berasal dari tanah Inggris, lebih dari 2.000 tahun yang lalu.

Baca juga: Aktivitas Setelah Makan yang Nikmatnya Gak Ada Obat

Yup, kamu nggak salah baca, Feedies. Halloween beneran udah ada dari 2.000 tahun yang lalu, tapi tentu aja namanya kala itu bukan Halloween. Tradisi ini awalnya adalah festival bangsa Celtic yang hidup di daerah yang sekarang kita kenal dengan Irlandia, Inggris, dan Prancis utara.

Bangsa Celtic menyebut tradisi ini dengan nama Samhain (baca: sah-win) dan merupakan bagian dari perayaan tahun baru versi mereka yang jatuh di tanggal 1 November. Hari tersebut menandai berakhirnya musim panas dan musim panen sekaligus menjadi awal dari musim dingin yang kelam. Pada zaman itu, musim dingin selalu diasosiasikan dengan musim kematian.

Orang-orang Celtic percaya bahwa di malam 31 Oktober, batas antara dunia nyata dengan dunia orang mati menipis, membuat para arwah bisa dengan bebas menyebrang ke dunia kita, Feedies. Saat perayaan Samhain, biasanya orang Celtic akan menggunakan kostum yang terbuat dari tengkorak dan kulit hewan. Perayaan ini juga dimeriahkan dengan membuat api unggun yang super besar.

Beberapa abad kemudian, agama Katolik mulai tersebar ke daerah Celtic. Sama seperti penyebaran agama pada umumnya, ritual-ritual Katolik kemudian berasimilasi dengan kebudayaan asli bangsa Celtic. Misalnya aja, gereja Katolik pada saat itu udah memiliki perayaan All Saints Day yang diselenggarakan untuk mengenang para santo dan santa sekaligus para martir yang dirayakan di tanggal 1 November. Lalu ada juga All Soul Day yang dirayakan di tanggal 2 November untuk mengenang sanak keluarga yang sudah meninggal.

Baca juga: Museum di Belanda Ngoleksi Kelainan-kelainan Bayi

Seiring berjalannya waktu, ketiga perayaan tersebut berjalan beriringan, terutama karena perayaan All Souls Day kurang lebih sama seperti Samhain: membuat api unggun besar, ada parade, dan pesertanya menggunakan kostum. All Saints Day pada saat itu juga dikenal dengan All-hallows atau All-hallowmas. Sementara itu, malam sebelumnya di mana Samhain dirayakan kemudian mulai disebut dengan nama All-hallow Eve (Malam Al-hallows). Kata inilah yang kemudian berubah menjadi Halloween.

Most Popular

To Top