Nyantai

Marvia Malik, Pembaca Berita Transgender Pertama di Negara Islam

feedme.id marvia malik pakistan
Dibaca 644

Transgender perempuan kelahiran 1997 ini menjadi satu-satunya pembaca berita transgender yang ada di Pakistan, salah satu negara Islam. Yuk, simak kisah Marvia Malik di bawah sini!

FeedMe.id, Jakarta – Komunitas transgender di berbagai belahan dunia pada umumnya masih termasuk dalam kelompok marginal. Bahkan, nggak jarang mereka mendapatkan perlakuan nggak menyenangkan gara-gara keputusannya untuk berganti jenis kelamin.

Namun, hal tersebut nggak menghalangi seorang transgender di Pakistan bernama Marvia Malik untuk mengejar mimpinya menjadi jurnalis. Pada 23 Maret lalu, Malik resmi menjadi transgender pertama yang menjadi pembaca berita di Pakistan Ia direkrut oleh Kohenoor News setelah berhasil menyelesaikan pendidikan selama tiga bulan.

Dilansir dari BBC, Malik mengaku sangat terharu ketika ia ditawari pekerjaan tersebut. Rasa haru tersebut kemudian berubah kebahagiaan yang luar biasa saat Malik mengetahui kalau ia resmi menjadi seorang jurnalis.

“Ini mimpi yang udah lama saya idamkan, saya berhasil menaiki anak tangga pertama untuk memenuhi mimpi tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut lagi, Malik berharap dengan menjadi jurnalis, ia bisa membantu meningkatkan taraf hidup komunitas transgender di Pakistan. Pasalnya, di negara tersebut komunitas transgender masih didiskriminasi habis-habisan dan kesulitan untuk mencari kerja. Ujung-ujungnya pekerjaan mereka nggak jauh-jauh dari mengemis atau prostitusi.

“Saya seorang sarjana jurnalistik, tapi saya menghadapi diskriminasi yang sama dengan transgender lainnya yang mengemis atau mengamen di jalan,” kata Malik kepada VOA.

Sebelum bekerja sebagai pembaca berita, Malik juga pernah menjadi makeup artist untuk membiayai kuliahnya. Selain itu, dia juga sempat menjadi model dan berjalan di runway Pakistan Fashion Design Council!

Ia berharap perusahaan-perusahaan di Pakistan bisa lebih berani mendobrak tabu negara tersebut, seperti yang dilakukan oleh perusahaan tempatnya bekerja saat ini, Kohenoor News. Namun, Junaid Ansari, pemilik Kohenoor News, menyebut keputusannya merekrut Malik bukan karena ingin mendobrak tabu. Ia semata-mata ingin merekrut calon karyawan terbaik tanpa memerhatikan jenis kelaminnya.

“Mereka (transgender) kan manusia juga dan mereka harus diperlakukan dengan hormat sebagaimana manusia pada umumnya. Saya membuat keputusan ini dengan dasar memperlakukan semua manusia setara. Saya bahkan sama sekali nggak kepikiran untuk menantang norma sosial atau mendobrak tabu yang ada di negara ini,” tutur Ansari.

Most Popular

To Top