Nyantai

Elizabeth Bathory, Si Bangsawan Haus Darah dari Abad 14

feedme.id elizabeth bathory
Dibaca 410

Bulan Oktober selalu identik dengan Halloween, makanya kali ini Feedy mau ngasih sedikit cerita seram nih buat kamu. Asal kamu tahu aja, kisah Elizabeth Bathory ini adalah kisah nyata yang terjadi ratusan tahun lalu lho, Feedies.

FeedMe.id, Jakarta – Elizabeth Bathory mungkin salah satu manusia paling jahat dan paling sadis yang pernah hidup dalam sejarah umat manusia. Kenapa bisa begitu? Soalnya, dia disebut-sebut telah membunuh 650 orang dalam kurun waktu 24 tahun (1585-1609)!

Countess Elizabeth Bathory de Ecsed lahir pada tahun 1560 di Transylvania (kini Rumania) dan merupakan keturunan bangsawan Hungaria/Transylvania. Pamannya merupakan salah satu Raja Polandia, sementara kakaknya Stepehen Bathory adalah Hakim Kerajaan Hungaria.

Di usianya yang ke-15, Bathory menikah dnegan Count Ferencz Nadasdy, seorang bangsawan yang juga dikenal dengan julukan Ksatria Hitam dari Hungaria. Sesuai dengan nama julukannya, Count Nadasdy selalu terlibat dalam setiap peperangan. Di tahun 1578, Nadasdy bahkan dipercaya untuk menjadi komandan pasukan Hungaria dan memimpin pasukan tersebut dalam perang melawan Kerajaan Ottoman.

Selama ditinggal Nadasdy berperang, Bathory selalu meminta sang suami untuk mengisahkan perang yang dihadapinya dengan detail dalam surat yang ia kirimkan, terutama terkait momen-momen sadis yang terjadi. Surat-surat tersebut belakangan diketahui menjadi inspirasi Bathory untuk menyiksa pelayan dan rakyat jelata yang ada di sekitarnya.

Bathory melakukan aksi penyiksaan tersebut nggak sendiri, Feedies. Dipercaya seenggaknya ada empat orang yang membantu Bathory menyiksa korban-korbannya. Beberapa jenis penyiksaan yang dilakukan oleh Bathory dan para kroninya antara lain:

  • Memukuli mereka habis-habisan hingga tewas. Konon, tembok ruangan tempat penyiksaan ini dilakukan selalu penuh darah tiap Bathory usai memuaskan hasrat kekerasannya.
  • Menusuk mulut dan kuku korbannya dengan jarum, lalu memotong tangan, bibir, dan hidung mereka dengan gunting.
  • Merendam korbannya dalam air es setinggi leher hingga tewas.

Di antara tahun 1602 hingga 1604, rumor kekejian Bathory udah mulai menyebar ke seantero kerajaan. Namun baru di tahun 1610 Raja Matthias II menugaskan bawahannya untuk menginvestigasi kasus Bathory. Setelah memeriksa lebih dari 300 saksi dalam dua tahun, Bathory pun ditangkap.

Ia ditahan di sebuah ruangan isolasi di Kastil Cachtice, kastil yang menjadi tempat tinggalnya sendiri. Kamar isolasi tersebut berupa kamar sempit yang hanya memiliki celah kecil untuk ventilasi sekaligus untuk memberikan makanan. Bathory ditahan selama empat tahun di sana hingga kemudian tewas di tanggal 21 Agustus 1614.

 

Most Popular

To Top