Nyantai

Asal Usul Polisi Tidur yang Harus Kamu Tahu

Feedme.id - Polisi tidur
Dibaca 15.9K

Kamu tahu polisi tidur alias poldur? Itu lho, sebuah bagian jalan yang menonjol dan melintangi jalan. Gumpalan ini ditujukan untuk mengatur kecepatan pengguna jalan. Namun, tahukah kamu kalau ternyata pembuatan poldur ini diatur pemerintah?

FeedMe.id, Jakarta – Sebagai pengguna jalan, kamu pasti nggak asing dengan poldur alias polisi tidur. Marka jalan ini sering ditemui di jalan-jalan kecil atau pemukiman. Tujuannya sih baik, tapi terkadang poldur nyebelin juga.

Baca juga: Cara Masak Indomie Salted Egg Biar Gurihnya Berasa

Habisnya orang-orang suka banget bikin poldur sembarangan, tanpa tahu dasar hukumnya. Bahkan ada yang bikinnya mepet-mepet dan tinggi banget. Ini kan bikin orang yang lewat jadi berasa naik kuda. Kasihan kalau ada orang dalam keadaan penting jadi terhambat gara-gara poldur.

Diatur Pemerintah

Feedme.id - Polisi tidur

Sejatinya, pembangunan poldur itu diatur pemerintah lho, Feedies. Hal ini tertera di Keputusan Menteri Perhubungan KM No. 3 tahun 1994 tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pemakai Jalan. Dalam keputusan itu tercantum standar sebuah polisi tidur yang benar. Jadi nggak asal bikin aja. Di antaranya adalah ukuran dan poldur yang harus diberi cat garis-garis sebagai penanda.

Ngomongin polisi tidur, sebenarnya kalian tahu nggak sih asal-usulnya? Poldur alias polisi tidur adalah sebutan buat marka jalan yang berupa bagian jalan yang ditinggikan dan ditaruh melintangi jalan. Marka jalan ini ditujukan buat mengatur kecepatan pengguna jalan.

Asal Nama Polisi Tidur

feedme-id-polisi

Lalu dari manakah asal usul nama polisi tidur? Usut punya usut, nama ini berasal dari Britania Raya. Di sana, marka jalan ini juga disebut sebagai sleeping policeman. Jadi deh, di Indonesia marka jalan ini disebut polisi tidur.

Baca juga: 3 Fakta Ikan Buntal yang Bisa Bikin Kamu Menggembung Kaget

Banyak munculnya poldur yang asal-asalan ini sebenarnya juga berawal dari para pengguna jalan yang suka kebut-kebutan dan nggak sopan. Jadi, biar sama-sama nggak dirugikan, kamu pengguna jalan harus sopan ya kalau lewat pemukiman. Kamu yang di pemukiman juga kalau bikin poldur sesuai standar ya.

Most Popular

To Top