Hiburan

Review Mahabarata: Asmara Raja Dewa, Kisah Kuno di Masa Kini

Bagus Prasetiyo | 18 November 2018 - 11:35
Review Mahabarata: Asmara Raja Dewa, Kisah Kuno di Masa Kini
Kalau kamu menganggap lakon Mahabarata bakal kuno abis dan wayang banget, maka kamu salah, Feedies. Meski latar kisahnya zaman dulu, tapi set tata panggungnya masa kini. Yuk, simak #ReviewFeedy soal Mahabarata: Asmara Raja Dewa, berikut ini. 
FeedMe.id, Jakarta - Mahabarata merupakan salah satu kisah klasik dalam dunia wayang Indonesia. Sebagian dari kamu mungkin nggak asing dengan nama ini. Namun, belum tentu dengan sebagian lainnya. Kalau kamu mau mengenal secuil kisah Mahabarata, kamu bisa menonton pertunjukkan Teater Koma nih, Feedies. Pada produksi ke-154 ini, Teater Koma menggelar lakon Mahabarata: Asmara Raja Dewa.

Jalan Cerita

PEMENTASAN TEATER KOMA MAHABARATA - ASMARA RAJA DEWA (5) Dari kekosongan, Sang Hyang Wenang mencipta Tiga Dunia: Mayapada (dunia atas), Madyapada (dunia gelap), dan Marcapada (dunia bawah), beserta seluruh penghuninya. Lalu, terjadi perang dahsyat, perebutan kekuasaan antara Idajil dan Hyang Tunggal, pewaris Wenang. Idajil kalah, dibelenggu dan diasingkan. Setelah beberapa waktu, Hyang Tunggal lengser dan digantikan oleh Batara Guru. Inilah kisah tentang Rajadewa, Batara Guru, dalam menjaga kedamaian Tiga Dunia yang selalu diusik oleh penghuni Dunia Gelap. Mereka selalu berhasrat merebut tampuk kekuasaan Tiga Dunia. Belum lagi Idajil, selalu menghasut para perusuh dari belenggu tempat pengasingannya. PEMENTASAN TEATER KOMA MAHABARATA - ASMARA RAJA DEWA (12) Apakah Batara Guru mampu melindungi Tiga Dunia dari gangguan Idajil dan pengikutnya yang haus kuasa? Apakah Kaum Wayang akan termakan provokasi dan hasutan dari Idajil dan pengikutnya? Jawabannya ada dalam lakon Mahabarata: Asmara Raja Dewa.

Multimedia dan Masa Kini

PEMENTASAN TEATER KOMA MAHABARATA - ASMARA RAJA DEWA (11) Meskipun berkisah tentang cerita kuno, tapi Mahabarata: Asmara Raja Dewa tampil kekinian lho, Feedies. Monitor besar di panggung bagian belakang bukan cuma dipakai sebagai latar penampil setting tempat aja, tapi juga ikut ?bermain? dengan para wayang. Dalam satu adegan, misalnya, memperlihatkan para wayang tengah berinteraksi dengan ayam raksasa, Hyang Jengger Kinanti. Di sini, sosok Jengger Kinanti ditampilkan dalam bentuk video digital di bagian layar, lengkap dengan segala efeknya, yang serasi dengan tata panggung. Pada bagian lain, ?kelambu digital? menutupi bagian depan panggung. Di situ diperlihatkan adu sakti antara Ismaya dengan Antaga. Adegan terbang dan berubah menjadi raksasa juga diperlihatkan dengan apik di layar. Ini bukan kali pertama Teater Koma memadupadankan teknologi di atas panggung. Dari amatan Feedy, dua lakon sebelumnya pun menduetkan teknologi dengan seni peran. PEMENTASAN TEATER KOMA MAHABARATA - ASMARA RAJA DEWA (6) Adalah Sie Jin Kwie ? Melawan Siluman Barat dan Gemintang, Kisah Cinta di Negeri Tanpa Cinta, kisah yang memakai proyektor dalam lakonnya. Dalam Sie Jin Kwie ? Melawan Siluman Barat, proyektor dipakai untuk main wayang dan mempercepat alur cerita. Sementara pada Gemintang, Kisah Cinta di Negeri Tanpa Cinta, proyektor dipakai sebagai hologram untuk menampilkan alien. Namun, ada yang beda dalam kisah Mahabarata. Yang bikin Mahabarata: Asmara Raja Dewa istimewa adalah yang tampil di layar bukan sekadar proyeksi, tapi juga animasi yang berinteraksi dengan para pemain. Meski mengisahkan cerita kuno, tapi Mahabarata: Asmara Raja Dewa bisa membawa teknologi masa kini ke dalamnya. Dan, keduanya bisa menyatu tanpa adanya canggung.

Kritik

PEMENTASAN TEATER KOMA MAHABARATA - ASMARA RAJA DEWA (9) Bukan Teater Koma namanya kalau nggak ada pesan yang tersirat dan tersurat. Lakon Mahabarata: Asmara Raja Dewa sukses membawa sejumlah pesan dan tentunya relevan dengan kondisi negeri saat ini. Dalam suatu adegan, terlihat Antaga, Ismaya, Manikmaya, dan Manan berdebat soal mana yang lebih dulu, kelahiran ayam Jengger Kinanti atau telur emas. Masing-masing mengklaim punya sumber yang tepat. Namun, dalam sebuah dialog dikatakan ?Bisa jadi sumbernya salah atau sumbernya betul, tapi si audiens punya inter0retasi yang salah.? Terdengar familiar, Feedies? Ada lagi kritik yang lebih tajam. Saat Manikmaya ingin bercinta dengan sang istri, sang istri menolak. Manikmaya tetap memaksa, sedangkan sang istri tetap ogah. Lalu sang istri mengatakan bahwa meskipun suami istri, hubungan intim tetaplah harus dengan izin, bukan paksaan, apalagi ancaman dengan dalih istri harus tunduk pada suami. Perempuan, siapa pun dia, adalah individu bebas, yang punya kuasa atas tubuhnya sendiri. Pernikahan seharusnya bukan jadi tali pengikat antara dia dengan suami, yang bikin perempuan nggak punya kuasa atas tubuhnya sendiri. Di sini kritik atas patriarki terjadi. Bahwa lelaki kebanyakan memakai kuasanya dengan dalih berhak atas tubiuh perempuan. Ini jelas salah, dan Teater Koma mampu menyampaikan ini tanpa menggurui. PEMENTASAN TEATER KOMA MAHABARATA - ASMARA RAJA DEWA (7) Mahabarata: Asmara Raja Dewa dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, Pusat Kesenian Taman Ismail Marzuki setiap hari dari 16 sampai 25 November 2018 pukul 19.30 WIB kecuali Minggu, 18 dan 25 November 2018 pukul 13.30. Pementasan Mahabarata: Asmara Raja Dewa kali ini didukung oleh Idries Pulungan, Budi Ros, Sari Madjid, Alex Fatahillah, Dorias Pribadi, Daisy Lantang, Ratna Ully, Asmin Timbil, Raheli Dharmawan, Toni Tokim, Bayu Dharmawan Saleh, Angga Yasti, Tuti Hartati, Dana Hassan, Suntea Sisca, Julung Zulfi, Indrie Djati, Dodi Gustaman, Sekar Dewantari, Sir Ilham Jambak, Rangga Riantiarno, dan masih banyak lagi. Siap nonton, Feedies?    

Hiburan

Daredevil dan Kawan-kawan akan Terkunci di Netflix

Harith Jobs | 2 jam yang lalu
Daredevil dan Kawan-kawan akan Terkunci di Netflix

Kamu ngefans sama Daredevil dan demen banget sama serialnya yang ada di Netflix? Siap-siap makin kecewa, Feedies. Soalnya, Daredevil beserta superhero lainnya yang di-cancel oleh Netflix baru bisa kembali ke layar kaca 2 tahun lagi! Simak alasannya di bawah sini, Feedies.

FeedMe.id, Jakarta – Marvel dan masalah kontrak terkait hak kekayaan intelektual memang nggak bisa dipisahkan. Seakan belum cukup dengan masalah kontrak terkait superheronya sendiri dengan Sony dan FOX, Marvel ternyata juga terganjal kontrak dengan Netflix, Feedies.

Dilansir dari Variety, Marvel ternyata menyetujui kontrak eksklusif dengan Netflix. Salah satu isi kontrak tersebut menyebutkan, karakter Daredevil, Luke Cage, Iron Fist, dan Jessica Jones nggak boleh muncul di film ataupun serial non-Netflix minimal selama dua tahun sejak di-cancel. Dengan kata lain, kita baru bisa melihat Daredevil, Luke Cage, dan Iron Fist lagi di layar kaca atau layar lebar di akhir tahun 2020.

Uniknya lagi, Disney+ sebagai layanan streaming milik The Walt Disney Company tampaknya nggak termasuk dalam pengecualian. Hal ini makin menegaskan bahwa serial Daredevil dan kawan-kawannya nggak bakal ditarik ke Disney+.

Banyak pihak menilai klausul tersebut juga menutup kemungkinan kembalinya Charlie Cox dan kawan-kawan sebagai para superhero Marvel. Menunggu hingga akhir 2020 untuk melanjutkan ketiga serial superhero tersebut dinilai bukan langkah yang bijak.

Serial Jessica Jones sendiri masih akan berlanjut ke musim ketiganya dan bakal dirilis di tahun 2019 mendatang. Namun, melihat situasi saat ini, hampir bisa dipastikan serial yang dibintangi oleh Krysten Ritter ini juga akan di-cancel nggak lama setelah tayang.

Subscribe to our newsletter

Connect with us

Gaya

Kembangkan eSports di Indonesia, Mineski Siapkan Dana 30 Miliar

Harith Jobs | 2 jam yang lalu
Kembangkan eSports di Indonesia, Mineski Siapkan Dana 30 Miliar

Dana besar tersebut akan digunakan untuk membuat serangkaian turnamen esports serta membangun sejumlah cybercafe lho, Feedies! Kalau kamu bercita-cita buat jadi atlet eSports, harus banget tuh kayanya latihan di sana.

FeedMe.id, Jakarta – Keberadaan eSports di Indonesia mulai nggak dipandang sebelah mata lagi. Saat ini, hampir di tiap pop culture event seperti Popcon dan Indonesia Comic Con menyediakan arena untuk adu keahlian bermain game, baik itu mobile game maupun game PC/konsol.

Nggak cuma itu, jumlah gamers di negara kita pun ternyata terus meningkat dari tahun ke tahun. Diperkirakan saat ini ada 43 juta gamers di Indonesia. Selain itu, laporan dari Newzoo di tahun 2017 menyebutkan bahwa Indonesia menempati posisi ke-16 dalam daftar negara dengan pasar game terbesar. Dengan kata lain, Indonesia sebenarnya memiliki potensi untuk berkembang lebih jauh lagi di dunia eSports.

Demi mewujudkan potensi tersebut, Mineski, sebuah organisasi eSPorts di Asia Tenggara, menyatakan siap membantu  membangun industri eSports di Indonesia lho, Feedies! Hal tersebut disampaikan sendiri oleh Presiden Mineski International Ronalds Robins dalam konferensi pers yang diadakan di Hotel Pullman, Jakarta, 13 Desemebr 2018.

“Secara resmi kami nyatakan: Mineski akan berinvestasi sebesar Rp30 miliar untuk mengembangkan infrastruktur eSports di Indonesia,” ujar Robins.

Lebih lanjut lagi, Agustian Hwang selaku Country Manager Mineski Indonesia menjelaskan, dana Rp 30 miliar tersebut sebagian besar akan dialokasikan untuk menyelenggarakan turnamen eSports. Salah satu turnamen yang udah disiapkan adalah Jakarta Masters.

“Jakarta Masters akan menjadi event eSports termegah yang pernah terjadi di Indonesia,” ujar Hwang.

Selain Jakarta Masters, deretan kompetisi eSports lainnya yang akan diadakan oleh Mineski antara lain Garuda Cup dan Indonesia Professional Gaming League. Tapi selain menyelenggarakan turnamen, Mineski juga akan membangun 20 cybercafe Mineski Infinity di berbagai provinsi di Indonesia. Harapannya, cybercafe tersebut bisa menjadi arena latihan bagi calon atlet eSports Indonesia.

Hwang sendiri berharap industri eSports bisa dikenal lebih luas lagi oleh berbagai generasi masyarakat Indonesia. Ia membandingkan kondisi eSports di Indonesia dengan di Filipina, di mana orang-orang yang udah berumur pun tahu tentang eSports.

“Waktu itu saya ke sana, bahkan petugas imigrasi mengerti tentang eSports. Padahal mereka umur 30-40an. Waktu itu saya cap paspor, yang ditanya bukan mau ke mana, tapi ‘oh orang Mineski? Saya main lho di Mineski Infinity yang ini’. Tiga dari lima kali kedatangan saya, selalu ditanya soal Mineski,” ucap Hwang.

Mineski sendiri merupakan organisasi eSports profesional terbesar di Asia Tenggara. Berpusat di Filipina, Mineski juga udah hadir di Malaysia, Thailand, dan Indonesia. Nah, Mineski Indonesia mulai beroperasi sejak April 2017 lalu dan berfokus pada pembuatan cybercafe Mineski Infinity serta penyelenggaraan turnamen eSports.

 

Hiburan

Kena Kasus, Leonardo DiCaprio Kembalikan Piala Oscar

Abyan Naufal | 2 jam yang lalu
Kena Kasus, Leonardo DiCaprio Kembalikan Piala Oscar

Aktor kenamaan Hollywood, Leonardo DiCaprio, baru-baru ini harus mengembalikan Piala Oscar dan lukisan Pablo Picasso punyanya karena kasus korupsi yang menerpa dirinya.

FeedMe.id, Jakarta – Gara-gara kasus korupsi, aktor kenamaan Leonardo DiCaprio harus merelakan beberapa barang berharganya. Salah satunya adalah lukisan Pablo Picasso dan Piala Oscar miliknya. Dikutip dari CNN, hal ini terjadi karena skandal korupsi 1MDB yang melibatkan pebisnis asal Malaysia, Jho Low.

Sebelumnya, Low memang sempat ngasih beberapa hadiah ke DiCaprio. Hadiah ini termasuk juga Piala Oscar bekas kemenangan Marlon Brando pada tahun 1954. Brando menang piala Aktor Terbaik buat perannya di film On the Waterfront.

Low berhasil mendapatkan piala punya Brando dari sebuah pelelangan dengan harga US$ 600 ribu atau sama kayak Rp 8,75 miliar. Namun karena kasus ini, piala itu sekarang ada di tangan agen federal. Begitu juga lukisan Picasso yang juga hadiah dari Low.

Hubungan antara Low dan DiCaprio ini bisa terbilang dekat karena ia adalah salah satu yang membiayai film The Wolf of the Wall Street yang tayang tahun 2013. Karena kedekatannya ini DiCaprio udah lama dikaitkan dengan kasus 1MDB yang juga ngelibatin anak Najib Razak, mantan Perdana Menteri Malaysia.

Selain harus mengembalikan pialanya, DiCaprio juga diminta buat balikin honornya waktu main The Wolf of The Wall Street sebesar US$ 25 juta. DiCaprio juga sempat diminta mundur dari jabatannya sebagai Duta PBB buat lingkungan hidup yang fokus pada perubahan iklim. Low sendiri sampai sekarang masih jadi buronan.

Gaya

Duh, Samsung Kerja Sama dengan Supreme Palsu

Harith Jobs | 2 jam yang lalu
Duh, Samsung Kerja Sama dengan Supreme Palsu

Anak hypebeast pasti udah gak asing lagi dengan brand super mahal dengan logo kotak berwarna merah bernama Supreme. Brand tersebut diketahui berkolaborasi dengan vendor smartphone asal Korea Selatan. Namun ternyata terungkap bahwa brand Supreme tersebut adalah palsu. Lho, kok bisa, sih?

FeedMe.id, Jakarta - Kolaborasi antar brand kerap kali dilakukan untuk meningkatkan penjualan, misalnya OnePlus yang baru-baru ini berkolaborasi dengan Mclaren untuk ponsel terbarunya OnePlus 6T atau  Huawei yang bekerja sama dengan brand mobil mewah Porsche untuk ponsel-ponsel flagship-nya. Kini Samsung bekerja sama dengan Supreme yang merupakan brand fashion ternama dunia. Masalahnya, Supreme yang ini ternyata Supreme palsu, Feedies!

Usut punya usut, Supreme yang diajak kerjasama oleh Samsung ini adalah Supreme yang berasal dari Barletta, Italia. Supreme Italia ini hanyalah salah satu dari sekian banyak perusahaan yang berada di antara garis hukum kekayaan intelektual. Mereka menggunakan merek dagang dan logo perusahan lain tetapi mendaftarkan merek dagang mereka sendiri di Italia. Dengan demikian Supreme palsu ini dilindungi oleh hukum setempat di italia.

Hebatnya lagi, Supreme Italia ini bahkan udah mengalahkan Supreme asli asal New York di pengadilan pada beberapa waktu lalu. Kasus yang dibawa ke meja hijau tentu aja terkait hak kekayaan intelektual brand Supreme.

Kini Supreme Italia tersebut berencana untuk meluncurkan toko ritel pertamanya di Cina pada tahun depan, dengan Samsung sebagai mitra pertama utama. Meskipun begitu, Samsung belum mengumumkan jenis produk apa yang akan dikolaborasikan dengan Supreme 'aspal' tersebut. Namun, yang jelas saat ini pengumuman tersebut menimbulkan kehebohan bagi penggemar di kedua belah pihak. Menanggapi kolaborasi tersebut, Supreme New York mengungkapkan ke Hypebeast bahwa mereka gak ada kerja sama apa pun dengan Samsung atau toko ritel apapun di Cina.

“Klaim ini jelas salah dan disebarkan oleh brand palsu,” ujar juru bicara Supreme New York.

Samsung gak ada cita-cita kolaborasi sama brand Indonesia aja, nih?

Hiburan

Yeay, John Mayer akan Konser di Indonesia April 2019

Abyan Naufal | 2 jam yang lalu
Yeay, John Mayer akan Konser di Indonesia April 2019

Kamu penggemar John Mayer? Ada kabar gembira nih, Feedies. Penyanyi Amerika Serikat ini baru aja mengunggah jadwal konsernya yang bakal diselenggarakan di Australia dan Asia. Salah satu kota yang akan dikunjungi Mayer pada jadwalnya itu adalah Jakarta, Indonesia.

FeedMe.id, Jakarta – Penyanyi kebangsaan Amerika Serikat, Jhon Mayer, baru aja ngumumin jadwal konsernya lewat instagram pribadi dia. Dalam unggahan itu, ada10 kota di Australia dan Asia yang akan disambanginya.

Beruntung buat kamu penggemar John Mayer yang ada di Indonesia, Feedies. Pasalnya, dari 10 kota yang akan didantangi oleh Mayer, Jakarta adalah salah satunya. Merujuk pada unggahannya, John Mayer akan datang ke Indonesia pada tanggal 5 April 2019.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by John Mayer ???? (@johnmayer) on

Sayangnya sampai sekarang belum ada informasi tentang pembelian tiket konser pelantun lagu New Light tersebut. Jadwal yang diunggah John Mayer sendiri merupakan jadwal dari rangkaian turnya buat promosi album The Search for Everything yang dirilis April 2017 lalu.

Jadi apakah kamu udah siap buat menyambut John Mayer di 2019?

TOP