Gaya

16 Persen Pengguna Android Tergoda pakai iPhone

Harith Jobs | 28 December 2018 - 16:00
16 Persen Pengguna Android Tergoda pakai iPhone

Apple mungkin mengalami penurunan permintaan untuk model iPhone terbarunya. Namun, seenggaknya mereka berhasil merayu salah satu kelompok untuk hijrah ke iPhone, yaitu pengguna Android.

FeedMe.id, Jakarta - Jika merilik sedikit ke belakang, penjualan iPhone tampak lebih lesu dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan di hari perdana penjualan iPhone XR, seluruh varian masih tersedia hingga beberapa hari ke depan. Jelas ini merupakan anomali bagi Apple, mengingat setiap penjualan iPhone-nya selalu ludes terjual di hari pertama.

Namun, meski penjualannya turun, Apple berhasil merayu sejumlah pengguna Android untuk menggunakan iPhone terbaru. Seperti yang dikutip dari Mashable, sebuah laporan dari Consumer Intelligence Research Partner menemukan bahwa sebanyak 16 persen pengguna Android beralih ke iPhone XR setelah peluncuran iPhone versi murah tersebut sebulan yang lalu.

Peralihan pengguna Android ke iPhone gak cuma terjadi tahun ini doang, sebelumnya pada tahun lalu setelah peluncuran iPhone 8 dan 8 Plus, sebanyak 12 persen pengguna Android beralih ke iPhone. Gak lama setelah iPhone X diluncurkan, jumlah pengguna Android yang pindah ke iPhone bertambah lagi sebanyak 11 persen.

Di laporan yang sama juga menemukan bahwa iPhone XR, yang dibanderol paling murah seharga 750 dolar AS menjadi iPhone paling populer di antara iPhone baru lainnya, yaitu iPhone XS dan iPhone XS Max. Dari total seluruh penjualan di Amerika Serikat, iPhone XR menyumbang sekitar 32 persen penjualan selama 30 hari, sementara di periode yang sama iPhone XS dan XS Max hanya memperoleh sekitar 35 persen.

Santai

PermataBank Mengajarkan Hidup Lebih Bahagia dengan Mempelajari Sikap Ini

Chrystina Yohana Limas | 2 jam yang lalu
PermataBank Mengajarkan Hidup Lebih Bahagia dengan Mempelajari Sikap Ini

Mikirin apa kata orang, ngikutin apa kata orang, sampai mau posting di medsos aja musti bikin filter sana sini atau pusing bikin caption sampe satu jam lebih hanya demi menghindari hujatan netizen yang maha benar. Duileh mau sampai kapan Feedies kayak gitu? Hidup nggak Bahagia dong, padahal kamu bisa lebih bahagia bahkan layak bahagia.

FeedMe.id, Jakarta – Kalau kamu mau lebih bahagia coba terapkan sikap ini deh. Sikap yang belakangan ini tuh lagi jadi pembicaraan banyak orang, yaitu mindfulness. Sikap inilah yang menjadi tema tahunan Wealth Wisdom 2019 dari PermataBank yakni Mindfully Wealthy.

Apa sih Itu Mindfulness?

Mindfulness sendiri adalah sikap dengan penuh kesadaran akan apa yang kita lakukan saat ini. Bukan mengawang ke masa lalu atau masa depan. Jadi berfokus dengan apa yang kita lakukan saat ini dan melakukan yang terbaik untuk hasil terbaik di masa depan. Kalau menurut psikolog, Susan Peacock “Mindfulness adalah momen kesadaran saat di mana kita berlatih membawa perhatian penuh untuk apa pun yang kita lakukan pada saat itu.”

Sikap Ini Bisa Dipelajari

Salah satunya adalah lewat kelas-kelas yang dihadirkan dalam tema tahunan PermataBank, Wealth Wisdom 2019 : Mindfully Wealthy in 21st Century. PermataBank menghadirkan tema yang sedikit berbeda dengan tahun lalu karena menurut data dari riset yang dilakukan di tiga kota besar di Indonesia kalau hampir 70% orang menggunakan smartphone pada saat makan bersama keluarga.

Hayo ngaku deh apakah kamu termasuk yang 70% yang masih sering pegang smartphone bahkan saat sedang makan dengan keluarga, sahabat atau bahkan sama pacar? Data lainnya nih juga menyebutkan kalau sebanyak 62% masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan menggunakan media sosial tau medsos setidaknya 4 jam dalam sehari.

Nah pengggunaan ini selain membantu penyebaran informasi secara massif juga menimbulkan tren FOMO (Fear of Missing Out), karena terbukti 2 dari 3 orang sebisa mungkin melakukan aktivitas yang sedang kekinian, dan hal ini secara tidak langsung menimbulkan ketakutan ketinggalan sesuatu yang sedang tren di masanya. Istilahnya buat millennial zaman now itu nggak gaul, dan ketinggalan zaman kalau nggak nyobain atau ngikutin yang lagi tren sekarang

“Di era percepatan seperti saat ini, pengelolaan kekayaan yang tepat harus disajikan dalam cara yang semakin relevan bagi masyarakat masa kini. Sesuai dengan tema yang diangkat dalam acara Wealth Wisdom tahun ini, PermataBank membahas mindfull secara menyeluruh dari berbagai aspek serta industri dengan menghadirkan berbagai tokoh inspirasional dan berkompeten di bidangnya. Hal ini merupakan salah satu wujud kepedulian dari PermataBank terhadap isu terkini dan membuat Wealth Wisdom menjadi wadah edukasi yang menginspirasi kekayaan dan kebahagiaan lintas generasi,” kata Djumariyah Tenteram – Retail Banking Director PermataBank.

Ada Ernest Prakasa, Dion Wiyoko, sampai Nadya Hutagalung

Acara Wealth Wisdom 2019 : Mindfully Wealthy in 21st Century di Ballroom Hotel The Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta Selatan ini menghadirkan kelas-kelas yang komprehensif dan edukatif untuk menyampaikan beragam pesan yang berkaitan dengan sikap mindful dan tentunya diharapkan sikap ini dapat meningkatkan kekayaan hidup yang sesungguhnya. Ada lebih dari 39 sesi kelas inspiratif, 7 workshop, music performance dan movie screening dengan lebih dari 70 pembicara ternama. Beberapa pembicara ini di antaranya ada Nadya Hutagalung, Dion Wiyoko, Ernest Prakasa, Reza Gunawan, Axton Salim, dan James Prananto. Mereka memaparkan berbagai isu-isu penting dan terkini yang sering dihadapi oleh millennial zaman now, Feedies.

Makna Kekayaan Diukur dari Ini Lho

Nah kaya itu Feedies kalau dari seminar yang Feedy pelajari di acara PermataBank ini nggak melulu ngomongin soal uang. Dengan kata lain kalau mau bahagia dan kaya sesungguhnya bukan diukur dari berapa banyak uang yang kamu punya atau brand pakaian, parfum, mobil yang kamu miliki.

PermataBank mengajarkan Feedy dan peserta yang hadir dalam setiap kelas agar benar-benar bijak menyikapi semua hal yang terjadi di era percepatan sekarang. Jangan sampai deh setiap perkembangan itu disikapi dengan sikap dan reaksi yang berlebihan karena hal itu akan mengganggu kesehatan mental dan fisik kita, dan akhirnya membuat makna dari kekayaan yang dimiliki lama-lama memudar.

Melihat kondisi ini, PermataBank mengukur dan memaknai kekayaan menjadi enam pilar yaitu : relationship, social giving, health, money, spirituality, dan experience. Enam pilar inilah yang membuat PermataBank percaya bahwa ada faktor lain yang perlu dijaga selain materi dalam memaknai kekayaan yang sesungguhnya.

Kelas-kelas yang dihadirkan dibuat secara menarik dengan gaya dan pembahasan inspiratif dari masing-masing pembicara. Selain kelas-kelas yang fun, PermataBank juag menghadirkan 3 ekshibisi yaitu Mindful Universe #Shopalogic, Mindful home #JanganDitunda, dan Mindful Investing #InvestAsyik yang tentunya akan memberikan pengalaman baru dalam menikmati sebuah konferensi yang diadakan institusi keuangan.

Nah ada juga kegiatan menarik lain selain kelas dan ekshibisi, Feedies yaitu kegiatan Creator’s Auction yaitu CreatorFest 2019 #BicaraUang yang hasilnya akan diberikan sepenuhnya untuk program pendidikan dari CSR PermataBank yaitu PermataHati bekerjasama dengan Nara Kreatif. Baca liputan lengkapnya CreatorFest 2019 #BicaraUang yang diadakan bersamaan dengan Weatlh Wisdom di tempat yang sama.

Subscribe to our newsletter

Connect with us

Santai

Kesalahan Terbesar dalam Finansial yang Ernest Prakasa Pernah Lakukan

Chrystina Yohana Limas | 2 jam yang lalu
Kesalahan Terbesar dalam Finansial yang Ernest Prakasa Pernah Lakukan

Siapa yang nggak kenal Ernest Prakasa, komika yang terkenal setelah meraih peringkat ketiga dalam acara Stand-Up Comedy Indonesia pada 2011 dan sekarang terjun menjadi pemain film, produser film, dan youtuber. Ditemui di acara PermataBank Wealth Wisdom 2019: Investing in Digital Transformation Era, Ernest mengakui pernah melakukan kesalahan finansial terbesar.

FeedMe.id, Jakarta – Ernest yang kita tahu adalah orang yang juga cukup kritis sebagai comedian tanah air dan kelihatannya well prepared pun ternyata sama kayak kita, Feedies. Suami dari Meira yang sedang merampungkan film berjudul Imperfect, adaptasi dari buku yang juga ditulis oleh istrinya ini mengatakan kalau kesalahan terbesarnya dalam finansial adalah

Buru-buru Beli Mata Uang Tanpa Berpikir

Ketika ditanya oleh peserta dalam kelasnya di acara Weatlh Wisdom 2019: Investing in Digital Transformation Era, Ernest sempat kebingungan menjawab kesalahan finansial terbesar dalam hidupnya. Namun setelah berpikir lama, Ernest akhirnya mengatakan kalau dia pernah membeli mata uang poundsterling dalam jumlah banyak setelah pulang liburan dari London dengan keluarganya karena jatuh cinta dan ingin balik lagi ke London.

“Kurang lebih 2 tahun yang lalu gue liburan ke London sama istri dan anak gue. Dan, obviously gue bilang ke diri sendiri kalau kayak gini bakal balik lagi nih (ke London). Suatu hari saya dapet project yang lumayan besar, gue pikir ah invest, beli poundsterling and then break sheet. Dari yang waktu itu beli kurang lebih sekitar 13,5 sampe 19 ribu sekarang udah 17 ribu. Ini kesalahan investasi terbesar antara bodoh atau terlalu lugu. Kurang konsultasi kayaknya, hahaha maap gue gak ada kesalahan yang lebih dramatis lagi,” ujar Ernest diselingi dengan gaya becandanya yang kocak dan menghibur peserta yang hadir saat itu.

Wah ternyata Ernest pun pernah memiliki kesalahan terbesar dalam finansial yah, Feedies. Kalau kamu nih millennial zaman now kira-kira apa sih kesalahan finansial terbesar kalian? Share di kolom komen ya

Santai

Permata Gelar Pameran #BicaraUang Melalui CreatorFest2019

Chrystina Yohana Limas | 2 jam yang lalu
Permata Gelar Pameran #BicaraUang Melalui CreatorFest2019

Bertempat di Ballroom The Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta Selatan, selama dua hari, sebanyak 27 kreator muda dan inovatif karyanya dipamerkan dalam bentuk fotografi, ilustrasi, dan film pendek. Dari 27 karya yang dipamerkan, ada tiga karya yang menarik perhatian Feedy yakni ilustrasi Medusa, film pendek berjudul Undian, serta karya fotografi berjudul Setan Kredit.

FeedMe.id, Jakarta - #BicaraUang nggak melulu hanya lewat teks atau tulisan berupa tips-tips keuangan. Namun lewat visual seperti ilustrasi, film pendek, dan fotografi pun bisa. Seperti pada pameran #BicaraUang CreatorFest 2019 yang telah digelar tiga kali sejak 2017 oleh PermataBank. Simak hasil kreatif 27 kreator muda lewat artikel di bawah ini :

Sebelum Dipamerkan, Masuk Camp Dulu

27 kreator ini telah melewati tahapan seleksi yaitu CreatorHunt di mana mereka mengirimkan karyanya yang dimulai sejak tanggal 31 Maret s/d 31 Mei 2019. Setelah lolos, mereka mengikuti serangkaian kegiatan dalam CreatorCamp pada tanggal 24 Juni s/d 31 Juli 2019. Nah, di camp inilah mereka dibekali berbagai ilmu yang bermanfaat sesuai dengan bidang dan kategori masing-masing mulai dari fotografi, film/video pendek, dan ilustrasi oleh para mentor berpengalaman seperti Muklay, Yandi Laurens, Goen Rock, Anton Ismael, dan mentor lainnya.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by CreatorFest (@creatorfest.id) on

“Rangkaiannya gini, bulan Maret kita bikin sayembara untuk para kreator untuk submit karyanya dalam bidang film, ilustrasi, foto tapi temanya #BicaraUang yang ada di sekitar mereka. Ada ribuan karya yang di submit, tapi hanya 27 karya yang kita pilih. 27 kreator inilah yang kita undang ke Jakarta, 98% berasal dari daerah seperti Sumatera, Palu, Jember, hingga pelosok-pelosok di Indonesia. Lalu kita adakan kelas, yang pertama kelas ilustrasi selama lima hari di Jakarta Creative Hub, lanjut lagi kelas film pendek di mana para kreator diajarkan bagaimana bikin story, teknisnya seperti apa sampai alat-alat syuting pun kita bawa ke camp. Jadi para kreator ini bisa belajar cara pegang kamera juga. Nah yang terakhir kelas fotografi selama hari dengan Anton Ismael. Beres dari situ sebulan kita kasih kesempatan mereka bikin karya, puncaknya ya pameran ini,” ujar Mochammad Azwin Irawan, Marketing Communication PermataBank.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by CreatorFest (@creatorfest.id) on

Setelah melalui serangkaian workshop di CreatorCamp, 27 kreator muda ini mengikuti tahap akhir yakni karyanya dipamerkan melalui pameran #CreatorFest pada tanggal 14 s/d 15 Agustus 2019 yang bertepatan dengan ajang tahunan terbesar PermataBank, Wealth Wisdom 2019 : Mindfully Wealthy in 21st Century.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by CreatorFest (@creatorfest.id) on

“Kami bangga dapat konsisten menginisiasi CreatorFest dalam memfasilitasi generasi millennial menuangkan permasalahan finansial dengan cara mereka sendiri. Di tahun ini kami juga memperluas kategori bidang kreatif menjadi tiga: Fotografi, Videografi, dan yang terbaru, Ilustasi. Sejak dibuka pada tanggal 31 Maret 2019, masuk ribuan pendaftar dan kami telah menyaring 27 kreator untuk dapat memamerkan hasil karyanya di acara tahunan terbesar PermataBank Wealth Wisdom 2019, kami sangat mengapresiasi antusiasme yang tinggi dari generasi muda di Indonesia,” kata Glenn Ranti, Head of Marketing Communication PermataBank menjelaskan acara CreatorFest 2019 di Ballroom The Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta Selatan.

Dari Medusa sampai Setan Kredit

Karya dari para 27 kreator ini keren dan bisa menggali yang ada di sekitar mereka bahkan kadang ide dari sesuatu yang nyeleneh. Seperti salah satu karya ilustrasi berjudul Medusa karya Catur Agung Pribadi. Medusa sendiri adalah dewi dari salah satu mitologi Yunani yang dikutuk oleh Athena karena tergoda hal buruk dunia.

Dewi inilah yang menginspirasi desainer dan illustrator dari Surabaya kelahiran Bangkalan ini. Menurut Catur, di era sekarang manusia seringkali mudah tergoda tren terbaru seperti akses belanja yang dipermudah, iklan cashback, hingga promo-promo yang sukses merampok uang di rekening yang pada akhirnya menimbulkan penyesalan seumur hidup seperti dewi Medusa.

Begitu juga dengan karya fotografi berjudul Setan Kredit oleh Antonius Dian. Terinspirasi dari fenomena tukang kredit keliling yang sebenarnya di satu sisi merupakan solusi permasalahan keuangan rumah tangga (dalam sektor perekonomian kelas bawah) yang menyediakan kebutuhan dengan sistem cicilan riangan. Tapi harus diingat bahawa terkadang ada barang yang sebenarnya dapat dibeli dengan harga normal tapi berhubung beli di tukang kredit harganya bisa berkali-kali lipat lebih mahal.

Karya ini mengintepretasikan sosok setan kredit sebagai sosok pemberi solusi tapi sekaligus menghantui ibu-ibu karena barang yang seharusnya murah jadi sangat mahal karena sistem tersebut. Rasanya menurut Anton yang lahir dan besar di Yogyakarta ini seperti melakukan perjanjian dengan setan, enak yang membawa sengsara. Gimana nggak sengsara, Feedies kalau misalnya uang lagi seret terus kamu ditagih-tagih tunggakan utang mirip kayak dikejar-kejar setan kan.

Nah satu lagi karya dari film pendek yang menarik perhatian Feedy yakni Undian, karya dari Muthia Zahra Feriani, bercerita tentang Fian berusia 10 tahun, anak baru di sekolahnya yang ingin memiliki teman tapi tidak ada satupun yang ingin berteman dengannya. Apesnya Fian justru dijahili teman sekolahnya bernama Hari yang memberikannya kotoran burung ke tangannya.

Saat Fian sedang mencuci tangan, ada seorang anak perempuan bernama Risa yang memberikan tissue, karena terkesima Fian lantas mengejar Risa. Sayang, belum sempat kenalan anak perempuan itu sudah diajak naik mobil mewah oleh teman sekolah lainnya bernama Reno.

Di sinilah cerita kocak itu dimulai, ketika Reno melempar botol minuman ke jalan, Fian memungutnya dan melihat pengumuman ‘Undian’ berhadiah mobil. Fian pun bertekad ikut undian dengan mengumpulkan tutup botol agar dapat memenangkan hadiah mobil dan berteman dengan Risa.

Endingnya kocak, dan sangat mendidik di mana sebuah pertemanan itu harus tulus dan tidak perlu sampai harus punya barang mewah. Nggak heran sih kalu karya ini dipilih jadi karya terbaik oleh juri-juri CreatorFest 2019.

Lelang Amal yang Bermanfaat

Selain pameran, di acara CreatorFest tahun ini diselenggarakan lelang amal dari karya kreator terpilih, di mana seluruh hasil penjualan merchandise, dan lelang pakaian kolaborasi dengan berbagai brand lokal sepenuhnya akan disumbangkan untuk pendidikan anak di Indonesia tepatnya ke SD di Dusun Situhang Desa Puradesa. Acara lelang amal ini sebagai bagian dari inisiatif PermataHati, program CSR yang direalisasikan melalui mitra strategis CSR PermataBank, Nara Kreatif. Dari sekian acara lelang amal, menurut Feedy ini adalah lelang amal yang unik secara tidak langsung yah dan berdampak positif untuk para kreator di Indonesia juga.

Nah untuk Feedies yang merasa kreatif dan punya passion nih di bidang film, ilustrasi atau fotografi siap-siap saja tahun depan CreatorFest akan diadakan kembali. Jadi untuk kamu yang kemarin belum sempat ikutan atau udah ikutan tapi nggak lolos, coba lagi yah tahun depan.

Viral

5 Fakta Menarik Seputar Demo Hong Kong

Chrystina Yohana Limas | 2 jam yang lalu
5 Fakta Menarik Seputar Demo Hong Kong

Bukan hanya mobil ambulans membelah lautan demonstran di Hong Kong yang menarik untuk disimak, Feedies. Sejumlah fakta menarik seputar demo Hong Kong yang berhasil Feedy kumpulkan ini juga patut disimak, mulai dari demo pakai aplikasi Pokemon Go sampai ada yang belajar di tengah demo lho.

FeedMe.id, Jakarta – Demo yang dilakukan oleh sejumlah masyarakat Hong Kong yang meminta ditariknya kembali UU Ekstradisi dan menuntut mundur pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, sudah memasuki minggu ke-9 dan saat ini semakin meluas dan memanas. Hingga Senin, 12/08/2019 malam sejumlah demonstran bahkan sudah menduduki bandara internasional Hong Kong yang mengakibatkan lebih dari 200 jadwal penerbangan terpaksa dibatalkan, termasuk tim renang Indonesia. Kok bisa? Nah simak yuk fakta menarik seputar demo Hong Kong di bawah ini :

Tim Renang Indonesia Terjebak Demo

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Renang Indonesia (@pbprsi) on

Dikutip dari Liputan6, sebanyak 47 orang, termasuk atlet renang nasional, I Gede Siman Sudartawa dan Gagarin Nathaniel Yus, serta Felix Sutanto, pelatih tim renang Indonesia terpaksa batal terbang dan terjebak dalam lautan demonstran yang menduduki bandara sejak Senin, 12/08/2019. Sedianya mereka akan pulang ke Indonesia pada hari Senin kemarin malam pukul 19.00 WIB setelah mengikuti kejuaraan renang Hong Kong terbuka.

Melalui sambungan telepon, pada hari Selasa, 13/08/2019, Sekretaris Jenderal PRSI DKI Jakarta, P. Turmudzi mengatakan atlet sudah tertahan sejak kemarin malam, yang akhirnya membuat tim renang Indonesia terpaksa bermalam di Hong Kong dibantu oleh KJRI Hong Kong untuk mencari penginapan.

“Kemarin itu, jam tiga sore, para pendemo sampai masuk bandara. Alhasil, kami pun batal terbang. Saat ini kami sudah berada di bandara lagi. Namun kami juga takut tertahan lagi karena info yang dirangkum dari media lokal bakal ada demo lagi,” ujar Turmudzi.

Update info terakhir, Selasa (13/08/2019) sore akan diterbangkan dari Hong Kong. Namun, Turmudzi dan tim renang Indonesia harap-harap cemas kalau demonya seperti kemarin malam bisa kemungkinan batal terbang.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Renang Indonesia (@pbprsi) on

“Ya, kalau demonya seperti kemarin, para pendemo masuk ke bandara, bisa-bisa kami batal terbang lagi. Karena kami baru bisa check in jam 3 sore. Ini kami seperti harap-harap cemas. Kemarin, para atlet renang tenang-tenang saja. Malah, kami berada di tengah-tengah pendemo,” lanjut Turmudzi menjelaskan.

Belajar di Tengah Aksi Demo

Demonstran ini bukan saja dilakukan oleh mahasiswa atau yang sudah bekerja, Feedies. Tapi beberapa di antaranya adalah siswa SMA. Dikutip dari Channel News Asia, salah satu pendemo bernama Charlotte Au, siswa berusia 16 tahun mengatakan aksi demo damai menduduki bandara ini sekaligus ingin memberi tahu penumpang pesawat yang datang apa yang terjadi di Hong Kong.

“Kami ingin memberi tahu para penumpang pesawat yang datang apa yang terjadi di Hong Kong. Jadi kami menyiapkan selebaran ini untuk menunjukkan lima tuntutan utama. Kami berharap untuk memberi tahu kepada kebenaran yang ada dan mendapatkan dukungan mereka,” ujar Charlotte Au.

Walaupun sibuk mengikuti aksi demo damai di sejumlah titik penting di Hong Kong, namun Charlotte dan beberapa temannya yang ikut demo justru tetap belajar untuk ujian akhir lho, Feedies. Hmm, bukti bahwa aksi demo di Hong Kong tidak membuat demonstran melupakan tugas utama mereka.

Buang Sampah Pada Tempatnya

Ini nih yang menarik pada aksi demo di Hong Kong yang sudah berlangsung lebih dari dua bulan ini. Para demonstran tertib membuang sampah pada tempatnya sesuai dengan jenis sampah. Jadi di sejumlah titik ruas jalan Hong Kong ada empat kotak sampah dengan warna biru, coklat, kuning, hijau, dan semua kotaknya aman dari sejumlah tangan kotor yang hendak merusak. Nah gini nih patut dicontoh, Feedies walau demo tapi kebersihan tetap dijaga. Kamu juga setuju kan, Feedies?

Jurnalis Dijaga oleh Demonstran

Biasanya yang rentan terkena dampak ketika demo adalah para jurnalis yang bertugas melaporkan kejadian saat demo. Tidak jarang ada juga jurnalis yang dipersekusi saat sedang melaporkan jalannya demo. Namun yang menarik di aksi demo damai Hong Kong ini adalah jurnalis yang tidak terlindungi alat keselamatan justru diberi perlengkapan oleh para demonstran Hong Kong. Para demonstran ini menyadari bahwa jurnalis hanya bertugas dan aksi mereka adalah aksi damai kecuali memang ada penyusup yang sengaja membuat kericuhan di tengah pendemo.

Atur Demo dengan Aplikasi

Source Image :South China Morning Post

Demo bukan berarti ricuh apalagi sampai tidak diatur. Nah, inilah yang dilakukan oleh demonstran Hong Kong. Sejak hari pertama aksi demo berlangsung, para pendemo ini sudah bermain kucing-kucingan dengan petugas sehingga setiap harinya mereka selalu mengeluarkan ide-ide baru bagaimana agar menghindar dari serangan pasukan pengamanan. Salah satu ide itu adalah cara mengumpulkan massa dengan aplikasi.

Pada awal mereka turun ke jalan, Telegram dipilih menjadi aplikasi utama untuk menyebarkan informasi. Selain itu demonstran juga menggunakan aplikasi Tinder untuk pengorganisasian massa. Biasanya info yang disebar tentang lokasi pasukan pengamanan saat itu, situassi garis depan di beberapa titik aksi, serta lokasi mendapatkan alat-alat bantuan seperti masker dan air minum.

Menariknya, para pendemo ini juga mengunduh aplikasi Pokemon Go. Tentu Feedies masih ingat dong ya dengan aplikasi yang satu ini dan gimana hebohnya para gamers yang mengumpulkan karakter Pokemon, bahkan game ini pun dijadikan film. Eniwei, para pendemo ini mengunduh ada tujuannya, Feedies, yakni agar mengecoh petugas pengamanan.

Sejumlah pendemo menyebar pamfelt online tentang acara berburu Pokemon di titik-titik tertentu yang tentunya bukanlah lokasi berburu Pokemon yang sesungguhnya namun lokasi yang ditentukan untuk demo. Dikutip dari BBC, salah satu pendemo mengaku kalau mengatakan akan pergi ke tempat demo yang tidak berizin akan berisiko ditahan oleh petugas pengamanan. 

“Jika kami mengatakan akan pergi ke tempat demo yang tidak berizin, itu akan menjadi bukti kuat bagi polisi untuk menahan kami,” ujar KK, salah seorang demonstran yang namanya enggan diungkapkan.

Terkadang mereka juga membuat grup membaca Alkitab atau tur sejarah untuk mengumpulkan massa, bahkan fitur AirDrop milik Apple juga turut digunakan untuk membagikan detail aksi. Tak hanya aplikasi bahkan massa juga memiliki forum khusus yaitu Lihkg. Forum ini berfungsi untuk membagi tugas-tugas demonstran secara spesifik.

Nah itu dia sejumlah fakta menarik seputar demo Hong Kong. So, untuk Feedies yang berencana ke Hong Kong tahun ini sebaiknya dipikirkan ulang yah karena situasinya belum kondusif walau aksi demonya damai. Bagi Feedies yang saat ini berada di Hong Kong stay safe dan jangan lupa unduh aplikasi Safe Travel plus simpan nomor whatsapp KJRI Hong Kong. Hindari juga berpakaian warna hitam, putih, merah, biru, dan jangan bawa payung warna kuning karena warna-warna ini disinyalir berkaitan dengan aksi demo Hong Kong.

Santai

5 Trik Hemat Baterai Smartphone Saat Mati Listrik

Chrystina Yohana Limas | 2 jam yang lalu
5 Trik Hemat Baterai Smartphone Saat Mati Listrik

Pemadaman listrik massal yang terjadi seminggu yang lalu pasti membuat kita semua panik, begitupun dengan Feedy. Masalah utama adalah terputusnya jaringan komunikasi dan baterai smartphone yang harus dihemat.

FeedMe.id, Jakarta – Nggak mungkin hanya ngandelin powerbank aja atau nongkrong lama di café hanya demi ketahanan baterai smartphone. Agar baterai smartphone kamu bisa bertahan kalau sewaktu-waktu mati listrik terjadi lagi, Feedy bagi tips ini untuk kamu., simak yuk :

Ubah ke Airplane Mode

Jaringan selular mati, daripada kamu terus-terusan mencoba mencari jaringan lebih baik ubah jadi airplane mode. Istirahatkan sementara hingga listrik benar-benar menyala, agar smartphone kamu tidak mencari-cari jaringan selular. Jangan lupa juga untuk mematikan fitur Wi-Fi, GPS, dan Bluetooth untuk menghemat baterai.

Turunkan Tingkat Kecerahan Layar

Semakin tinggi tingkat kecerahan layer, maka semakin banyak tenaga dan daya baterai yang dibutuhkan. Jadi untuk menghemat baterai di saat listrik mati, turunkan tingkat kecerahan layar smartphone. Kecuali di kondisi tertentu misalnya di luar ruangan yang membutuhkan kecerahan tinggi, kamu boleh menaikkan tingkat kecerahan layar.

Aktifkan Power Mode Saving

Cara paling mudah selain menurunkan tingkat kecerahan layar adalah dengan mengaktifkan mode power saving. Mode ini dapat membatasi kinerja prosesor dan tentu saja menurunkan tingkat kecerahan layar smartphone Feedies. Hal ini dilakukan agar tenaga yang tersisa di baterai smartphone hanya difokuskan untuk fungsi-fungsi aplikasi yang penting saja. Cara mengaktifkannya cukup mudah, masuk ke aplikasi settings, kemudian baterai, atau settings kemudian device maintenance kemudian baterai dan aktifkan mode power saving.

Aktifkan Night Mode

Kalau smartphone Feedies menggunakan layar AMOLED, gunakan wallpaper warna gelap atau hitam. Ini dapat membuat smartphone kamu jadi lebih awet karena layar AMOLED butuh tenang paling sedikit untuk diaktifkan. Nah kalau Feedies pakai smartphone Samsung dengan One UI, coba aktifkan Night Mode yang membuat semua system di smartphone berwarna hitam.

Kurangi Kebiasaan Tutup Buka Aplikasi

Jangan percaya anggapan kalau tutup aplikasi setelah selesai digunakan bisa menghemat baterai. Justru ini bisa membuat baterai kamu jadi lebih boros. Solusinya, saat buka aplikasi sebaiknya biarkan saja, dan jangan ditutup untuk menghindari kebiasaan membuka/tutup aplikasi secara berulang. Atau kalau ingin lebih menghemat baterai kamu bisa mengunduh aplikasi Greenify. Aplikasi ini berfungsi untuk ‘menidurkan’ aplikasi yang banyak memakan daya baterai smartphone kamu, Feedies.

Semoga tips ini membantu kalau sewaktu-waktu ada kejadian mati listrik lagi ya, Feedies. Jadi kamu nggak tiba-tiba panik karena nggak bisa pakai smartphone di saat listrik mati.

Film

5 Film di Netflix yang Tayang Agustus 2019 Ini Belum Kena Sensor KPI

Chrystina Yohana Limas | 2 jam yang lalu
5 Film di Netflix yang Tayang Agustus 2019 Ini Belum Kena Sensor KPI

Baru-baru ini KPI mengeluarkan statement akan mengawasi konten digital terutama Netflix karena millennial seperti kita sudah beralih dari media konvensional seperti televisi ke ranah digital yaitu youtube, facebook, dan Netflix, jadi perlu diawasi. Hmm tapi rencana ini keburu diprotes penikmat Netflix lantaran banyak tayangan di televisi yang justru tidak mendidik, Feedies.

FeedMe.id, Jakarta - Netflix yang katanya nih mau mulai diawasi kontennya sama KPI bulan ini menayangkan banyak film bagus yang pastinya belum kena sensor KPI, Feedies. Lima film ini bahkan di antaranya dibintangi aktor Hollywood terkenal dan aktor Indonesia yang baru-baru ini filmnya tayang di bioskop. Cek yuk dan buruan nonton sebelum akan mulai disensor, Feedies :

Sextuplets

Bayangin deh, Feedies kalau kamu sebenarnya terlahir sebagai seorang sextuplets, yaitu kembar enam. Kembar dua atau tiga aja udah pusing, tapi ini kembar enam. Malangnya kamu baru tahu setelah dewasa. Alan yang diperankan Marlon Wayans mengalami kejutan terbesar ini, Feedies.

Dengan adanya hal ini, ia akhirnya memiliki misi baru mencari kelima saudaranya yang ternyata punya karakter bertolak belakang dengan dia. Kamu akan melongo bingung melihat bagaimana Marlon berperan sebagai keenam saudara tersebut. Semoga Marlon tidak mengalami efek bawaan karena terlalu mendalami keenam karakter tersebut deh. Film ini rencananya akan tayang di Netflix tanggal 16 Agustus 2019.

Mother

Film yang kabarnya banyak mengundang kontroversi ini  disebut sebagai salah satu film paling aneh. Dibintangi oleh Jennifer Lawrence, perempuan muda yang hidup tenang dengan suaminya di pedesaan, sampai akhirnya mulai muncul orang-orang misterius yang datang ke rumahnya. Kedatangan orang-orang ini membuat dirinya mulai menemukan banyak keanehan yang mengganggu.

Sekilas melihat trailernya cukup menegangkan sih, Feedies. Kamu nggak perlu penasaran lagi jika ingin menonton karya Darren Aronofsky, sutradara BlackSwan, karena sudah tayang di Netflix tanggal 09 Agustus 2019.

Wu Assassins

Setelah membintangi film komedi action, Stubber dengan aktor Dave Bautista (Drax di film Guardian of Galaxy), kali ini Iko Uwais akan berperan sebagai aktor utama pada salah satu serial original series Netflix yang berkisah tentang seorang chef bernama Kai Jin dan tinggal di Chinatown, San Fransisco.

Suatu hari Kai mendapatkan sebuah kekuatan dan bersama dengan dua ksatria lain berusaha menyeimbangkan dan menyelamatkan dunia dari kejahatan Wu Xing. Dalam serial ini, Iko akan adu acting dengan aktor laga Chinese, Lewis Tan dan Byron Mann. Serial ini sudah tayang sejak 08 Agustus 2019, Feedies.

Green Frontier

Serial Netflix dari Kolombia ini berkisah tentang seorang detektif muda yang berpetualang ke area terpencil di Hutan Amazon, tepatnya di area perbatasan Brazil dan Kolombia. Detektif tersebut menemukan fakta di area tersebut terdapat sejumlah masalah terkait kasus pembunuhan misterius yang harus dipecahkan. Serial bergenre crime ini rencananya akan dirilis tanggal 16 Agustus 2019.

Love Alarm

Buat Feedies pecinta Korea, Netflix akan meluncurkan serial terbaru berjudul Love Alarm yang rencananya akan diluncurkan tanggal 22 Agustus 2019. Serial ini kabarnya mengambil latar kisah dari Webtoon yang berjudul sama. Dibintangi Kim So Hyun, Song Kang, dan Jung Ga-ram, serial ini mengisahkan seorang developer yang mampu menciptakan sebuah alat, di mana alat ini dapat mendeteksi kalau ada orang yang suka sama kita dalam jarak 10 meter.

Hmm nggak perlu nebak-nebak deh gebetan kita naksir atau nggak sama kita nih, Feedies. Eits tapi malangnya teknologi ini nyatanya justru menyebabkan kekacauan di masyarakat. Seperti apa dampak kekacauan dan seberat apa yah, Feedies kekacauan yang terjadi? Tunggu aja serial ini tanggal 22 Agustus 2019 nanti.

Wah kira-kira mana dulu nih yang akan kamu tonton, Feedies sebelum keburu di sensor KPI? Eh tapi kamu sendiri setuju nggak sih kalau KPI akan mulai mengawasi konten digital di youtube, facebook, dan terutama lagi Netflix? Share di komen yah

Viral

5 Benda Pengganti Listrik yang Dibuat Warganet Saat Pemadaman Listrik Massal

Chrystina Yohana Limas | 2 jam yang lalu
5 Benda Pengganti Listrik yang Dibuat Warganet Saat Pemadaman Listrik Massal

Pemadaman listrik massal yang terjadi hari Minggu yang lalu membuat sebagian warganet melakukan cara-cara kreatif tetap survive membuat barang pengganti listrik. Memang yah bukan warganet +62 kalau nggak kreatif.

FeedMe.id, Jakarta – Mulai korek telinga, lightstick, sampai panci pun dijadikan alat pengganti listrik sambil menunggu pemadaman berakhir. Kreatifnya bisa membuat Thomas Alva Edison pun geleng-geleng kepala. Cek lima benda pengganti listrik ala warganet di bawah ini, Feedies :

Tak Ada Setrikaan, Panci pun Jadi

Hanya emak-emak +62 alias emak-emak di Indonesia saja yang bisa sekreatif ini. Demi agar seragam anaknya licin untuk sekolah hari Senin nanti, emak-emak ini rela menggunakan panci yang dipanasi dengan lilin untuk menyetrika seragam sekolah sang anak.

Korek Telinga dan Minyak Goreng

Saat pemadaman listrik massal hari Minggu kemarin, warung yang menjual lilin habis diserbu warga. Stok lilin yang memang biasanya tak dijual banyak membuat stoknya pun jadi terbatas. Beberapa warga yang kehabisan lilin akhirnya membuat cara kreatif dengan memanfaatkan korek telinga atau cotton buds dan minyak goreng untuk menjadi menjadi sebuah lilin. Caranya bisa kamu lihat gambar di atas, Feedies. Kreatif yah warga +62 hehehe

Simpan Lightstick di Tempat yang Tepat

Nggak ada salahnya lho kamu menyimpan lightstick bekas nonton konser, Feedies. Di masa sulit seperti pemadaman listrik massal hari Minggu kemarin sangat membantu. Terbukti beberapa warganet +62 menggunakan lightstick konser sebagai penerangan sementara menunggu PLN menyalakan listrik kembali.

Kipas Angin Berlampu

Ada lagi nih yang unik, Feedies menggunakan kipas angin berlampu sebagai penerangan sementara menunggu listrik kembali nyala. Feedy salfok dengan boneka babi di samping kipas angin berlampu, bisa aja ya ini warganet +62 hahaha.

Ada yang Buka Jasa Sewa Pengisian Smartphone

Bukan hanya kreatif membuat sesuatu, tapi juga kreatif menciptakan peluang bisnis nih warganet +62. Warganet yang satu ini menggunakan mobilnya menjadi alat untuk mengisi baterai smartphone bahkan membuka jasa sewa pengisian baterai smartphone. Hmm mungkin bisa dicoba tuh Feedies kalau lagi kepepet tengah bulan.

Selain mobil, driver gojek juga mengakui menggunakan motornya sebagai alat untuk mengisi baterai smartphone dengan cara menyalakan lampu tembak motor dan meletakkan smartphone di sebelah speedometer. Hmm, ada-ada saja yah, Feedies kekreatifan warganet +62 ini. Kamu punya cara kreatif lain ketika pemadaman listrik massal hari Minggu kemarin, Feedies? Share di komen yah

TOP